Omicron Masuk Singapura, Presiden Perintahkan Polda & TNI Segara Bersiaga

"Kita boleh bersyukur, berbangga, tetapi tetap harus waspada. Hati-hati yang namanya sekarang ini ancaman gelombang ke-4 varian omicron, hati-hati. Tadi pagi saya dapat kabar sudah sampai ke Singapura

BERITA | NASIONAL

Jumat, 03 Des 2021 12:11 WIB

Author

Ranu Arasyki

Omicron Masuk Singapura, Presiden Perintahkan Polda & TNI Segara Bersiaga

Presiden Joko Widodo bersama Ibu negara Iriana Jokowi di Denpasar, Bali, Kamis (2/12/2021). (Foto: ANTARA/Fikri Yusuf)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan institusi Polri, TNI dan pemerintah daerah untuk segera bersiaga mewaspadai penyebaran virus korona varian omicron yang berpotensi masuk ke dalam negeri.

Berdasarkan laporan yang diterima Presiden Jumat (3/12/2021) pagi, varian jenis baru tersebut sudah masuk ke Singapura.

"Ancaman ini belum selesai. Kita boleh bersyukur, berbangga, tetapi tetap harus waspada. Hati-hati yang namanya sekarang ini ancaman gelombang ke-4 varian omicron, hati-hati. Tadi pagi saya dapat kabar sudah sampai ke Singapura," ujarnya daring, Jum'at (3/12/2021).

Baca Juga:

Penyebaran virus korona, kata Jokowi, bukan hanya dari warga negara asing, melainkan juga bisa dari warga negara Indonesia yang melakukan perjalanan lintas negara. Oleh sebab itu, dia memerintahkan jajaran aparat keamanan melakukan pemantauan atas kedatangan pelaku perjalanan yang berasal dari luar negeri.

 Jokowi mengingatkan, varian Omicron sudah menginfeksi masyarakat di 29 negara dengan tingkat penularan yang sangat masif. Bahkan, penularan varian Omicron diprediksi lima kali lebih cepat dibandingkan varian Delta.

Bercermin pada lonjakan kasus Covid-19 yang sempat melanda Indonesia, Presiden menginstruksikan agar kepolisian dan kepala daerah melaksanakan pengawasan ketat kepada masyarakat untuk menaati protokol kesehatan yang berlaku.

Saat ini, lanjutnya, pemerintah akan terus mendorong percepatan vaksinasi di sejumlah daerah, terutama bagi kalangan lanjut usia. Pemerintah juga tengah memperkuat testing dan tracing untuk menekan dan mengidentifikasi lonjakan kasus korona.

"Hati-hati 17 kabupaten/kota, di delapan provinsi yang mengalami tren naik selama dua, tiga munggu terakhir ini. Walau pun masih dalam hitungan puluhan per minggu, tapi tetap harus segera di antisipasi," paparnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Membuat Minyak Goreng di Satu Harga