Bagikan:

Menhub Larang Maskapai Tambah Jadwal Penerbangan saat Nataru

"Saya sudah menugaskan pada Dirjen Udara untuk tidak menambah jumlah penerbangan di masa-masa Nataru ini. Karena ada kecenderungan penambahan"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 24 Des 2021 21:24 WIB

Menhub Larang Maskapai Tambah Jadwal Penerbangan saat Nataru

Menhub (tengah), Menkes, Kapolri dan Kepala BNPB ketika meninjau kesiapan libur nataru di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (24/12/21) (Foto: Antara/M. Iqbal)

KBR, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melarang maskapai penerbangan menambah jadwal penerbangan di momen Natal dan Tahun Baru 2022.

Ia beralasan, sering terjadi penambahan jadwal penerbangan pesawat di kedua momen akhir tahun itu.

"Saya sudah menugaskan pada Dirjen Udara untuk tidak menambah jumlah penerbangan di masa-masa Nataru ini. Karena ada kecenderungan penambahan. Oleh karenanya kami tidak menambah. Jadi hanya ada yang existing, dari manapun itu tidak boleh menambah," kata Budi Karya Sumadi, usai meninjau pemeriksaan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (24/12/2021).

Menhub juga telah telah menginstruksikan jajarannya untuk mengurai kedatangan penumpang di masing-masing terminal bandara.

"Sehingga penumpang mendapat pelayanan baik dan segera," kata dia.

Baca: Kapolri Minta Pelanggar Karantina Ditindak Tegas

Kemudian, Budi juga menugaskan Perum Damri untuk menambah jumlah armada di bandara, agar tidak terjadi antrean penumpang yang hendak di karantina, usai tiba dari luar negeri.

"Terkait tren penumpukan (karantina), kami sudah menugaskan Damri untuk lebih banyak. Sehingga begitu mereka datang, mereka langsung berangkat ke tempat-tempat yang lain," ujarnya.

Tak Ada Lagi Antrean Karantina di Bandara

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjamin tak akan lagi ada antrean untuk karantina di bandara, bagi pelaku perjalanan internasional.

Saat ini, kata dia, pemerintah telah memperbaiki alur karantina usai menerima laporan dan keluhan dari pelaku perjalanan internasional.

"Masukan dari masyarakat umumnya menyatakan bahwa antreannya berjubel dan panjang. Masukan dari masyarakat juga menyatakan bahwa hotelnya ada mafianya dan harganya tinggi. Jadi kami sudah cek tadi, dan terima kasih ke teman-teman Satgas, TNI, Polri, kami sudah pastikan antreannya sekarang lebih cepat dan juga tidak berjubel," kata Menkes di lokasi yang sama.

Berita lainnya: Epidemiolog: Jangan Jadikan PeduliLindungi Formalitas Semata

Budi Gunadi Sadikin juga menjamin tarif karantina hotel transparan, sehingga bisa terkontrol dan bisa dilihat semua orang.

"Dan juga kami pastikan harga hotel, terima kasih Kepala BNPB, sudah dibikin transparan," pungkasnya.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

IPK Anjlok, Indonesia Makin Korup?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending