Bagikan:

Masuki Akhir Tahun, Penetrasi Kredit Perbankan ke Multifinance Masih Rendah

"Isu utamanya ialah multifinance yang menengah kecil yang memang dimiliki oleh pemegang saham individu yang memang dulunya juga mendapat dari bank-bank kecil"

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Senin, 20 Des 2021 15:56 WIB

Author

Ranu Arasyki

Masuki Akhir Tahun, Penetrasi Kredit Perbankan ke Multifinance Masih Rendah

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Mufid Majnun)

KBR, Jakarta - Penyaluran kredit perbankan ke sejumlah perusahaan pembiayaan dalam setahun terakhir ini masih terseok-seok, akibat tekanan dari Covid-19. 

Kondisi ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap kinerja bisnis multifinance.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Oktober 2021 penyaluran pinjaman bank ke multifinance turun 13,86 persen year on year/yoy menjadi Rp 211,68 triliun.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, kesulitan pendanaan tersebut tidak bisa dipukul rata dan hanya terjadi pada multifinance yang berskala kecil.

Multifinance beraset besar yang merupakan anak usaha perbankan atau berasal dari Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), hampir tidak mengalami kesulitan dalam meraup source of fund.

Baca Juga:

"Memang yang menjadi isu utamanya ialah multifinance yang menengah kecil yang memang dimiliki oleh pemegang saham individu yang memang dulunya juga mendapat dari bank-bank kecil. Bank-bank kecil itu sampai sekarang masih dalam tekanan. Misalnya likuiditas atau dia harus menambah permodalan dengan konsep permodalan baru yang dikeluarkan oleh OJK yang semuanya masih dalam tahap pemenuhan, dalam tahap likuiditas yang masih ketat. Nah, yang kecil-kecil ini yang memang masih mengalami kesulitan," katanya kepada KBR Jum'at (24/12/2021).

Suwandi berujar, beberapa multifinance yang kesulitan tersebut tengah menghimpun dana dari investor baru. 

Dengan demikian mereka tidak sepenuhnya menggantungkan pendanaan dari sektor perbankan saja, karena beberapa bank kecil saat ini juga tengah menambah permodalan.

Dia menyadari, meski perekonomian Indonesia pulih secara bertahap, perbankan masih berhati-hati dalam memberikan penyaluran kredit terhadap korporasi. Apalagi, yang berkaitan dengan kredit pembiayaan.

"Kita sudah lakukan [pendekatan] kepada perbankan terus menerus kok. Itu terus berjalan. Sekarang kan, beberapa bank sudah mulai membuka tetapi ini kan perlu waktu. Sudah jalan," ujarnya.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan