Bagikan:

Hari Antikorupsi Sedunia, Wapres: Semua Agama Larang Perbuatan Korupsi

"Korupsi bagi umat beragama merupakan bentuk kezaliman terhadap kepercayaan dan amanah rakyat yang menginginkan keadilan dan kesejahteraan,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 09 Des 2021 14:04 WIB

Author

Heru Haetami

Hari Antikorupsi Sedunia, Wapres: Semua Agama Larang Perbuatan Korupsi

wapres maruf amin saat memberikan sambutan di penutupan Hari Antikorupsi sedunia, Kamis (9/12/21). (Foto: Youtube Setwapres)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan semua agama yang dianut bangsa Indonesia melarang umatnya melakukan perbuatan korupsi.

"Korupsi bagi umat beragama merupakan bentuk kezaliman terhadap kepercayaan dan amanah rakyat yang menginginkan keadilan dan kesejahteraan," kata Wapres dalam sambutan di penutupan Hari Antikorupsi Sedunia, Kamis (9/12/2021).

Ma'ruf menyebut, korupsi tidak hanya bentuk pelanggaran hukum dan etika, tapi juga bertentangan dengan HAM dan keadilan. 

Korupsi, lanjutnya, merupakan ancaman terhadap kemanusiaan, hak publik dan keberlangsungan bangsa dan negara.

"Karena korupsi merusak sendi-sendi kehidupan," kata Ma'ruf Amin.

Baca: Hari Anti-Korupsi Sedunia, Jokowi: Kembalikan Uang Negara 

Sebagai bangsa yang religius dan berbudaya luhur, seharusnya menjadi pengingat bagi pejabat publiknya untuk tidak melakukan korupsi, imbuhnya.

Pemerintah, lanjut Ma'ruf, telah melaksanakan reformasi birokrasi, perbaikan layanan publik, dan penguatan pengawasan secara lebih transparan dan akuntabel, untuk menutup celah korupsi.

"Dalam pemberian perizinan, pemerintah melakukan penyederhanaan birokrasi melalui transformasi organisasi, transformasi SDM aparatur, dan transformasi sistem kerja, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah," jelas orang nomor dua di Indonesia ini.

Ma'ruf Amin menambahkan, untuk memastikan tata kelola manajemen ASN terbebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), pemerintah konsisten menerapkan meritokrasi dan memperluas pemanfaatan teknologi digital.

"Misalnya melalui pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), antara lain e-planning, e-budgeting, e-procurement, e-catalog, dan e-payment, serta sistem aplikasi lainnya," katanya.

Maruf juga mengajak seluruh elemen bangsa membangun budaya antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, guna membangun peradaban dan akhlak baru yang bersih dari semua bentuk korupsi. 

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo meminta metode pemberantasan korupsi harus terus diperbaiki dan disempurnakan dengan cara-cara baru yang lebih luar biasa.

Jokowi meminta penindakan tidak hanya menyasar permukaan, tapi yang lebih komprehensif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Upaya penindakan sangat penting untuk dilakukan secara tegas dan tidak pandang bulu, bukan hanya untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan efek menakutkan kepada yang berbuat. Tapi penindakan juga sangat penting menyelamatkan uang negara dan mengembalikan kerugian negara," pungkasnya.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Season 5 - Eps. 8 Chico