Bagikan:

Hari Anti-Korupsi Sedunia, Jokowi: Kembalikan Uang Negara

"Penindakan sangat penting untuk menyelamatkan uang negara dan mengembalikan kerugian negara,"

NASIONAL

Kamis, 09 Des 2021 11:51 WIB

Hari Anti-Korupsi Sedunia, Jokowi: Kembalikan Uang Negara

Presiden Jokowi sambutan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di KPK, Jakarta, Kamis (9/12/21). (Setpres)

KBR, Jakarta-  Presiden RI Joko Widodo menyebut metode pemberantasan korupsi harus bisa diperbaiki dan sempurnakan. Ia meminta penindakan korupsi tak hanya menyasar peristiwa hukum yang membuat heboh di permukaan. 

Kata dia, dibutuhkan upaya fundamental, mendasar dan komprehensif yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Ia juga mendorong penindakan yang tegas dan tak pandang bulu bagi pelaku koruptor.

"Upaya penindakan sangat penting dilakukan secara tegas dan tidak pandang bulu. Bukan hanya untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan memberikan efek menakutkan kepada yang berbuat tapi penindakan sangat penting untuk menyelamatkan uang negara dan mengembalikan kerugian negara," kata Jokowi dalam acara Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di gedung KPK, Kamis (9/12/21).

Jokowi menyebut, pemulihan akses serta peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga harus diutamakan. Hal ini sebagai upaya penyelamatan dan pemulihan keuangan negara serta memitigasi pencegahan korupsi sejak dini. 

Baca juga:

Presiden juga   mengapresiasi peningkatan capaian aset recovery dan peningkatan PNBP Indonesia di semester pertama 2021. Salah satunya yakni Kejaksaan Agung yang berhasil mengembalikan kerugian negara dari penanganan kasus korupsi sebanyak 15 triliun. 

Jumlah yang lebih besar, kata dia, juga sudah dikembalikan kepada negara lewat KPK. 

Jokowi juga menyebut ribuan korupsi telah ditangani oleh KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung dalam periode Januari hingga November 2021.

Kasus yang ditangani aparat penegak hukum luar biasa Januari-November 2021 Polri telah melakukan penyidikan 1032 perkara korupsi. Dalam periode yang sama Kejaksaan Agung melakukan penyidikan 1486 perkara korupsi. Demikian juga KPK yang sudah banyak menangani banyak kasus korupsi," kata Jokowi.

Perbaikan Sistem

etua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebut, salah satu langkah untuk mencegah korupsi adalah dengan perbaikan sistem. Dia meminta kementerian dan lembaga melakukan kajian yang komprehensif mengenai kinerja sistem masing-masing.

"Pada korupsi itu disebabkan karena gagal, buruk, dan lemahnya sistem. Dengan sistem yang baik tidak ada peluang korupsi. Lakukan upaya-upaya perbaikan jangan sampai ada sistem yang ramah dengan peluang terjadinya korupsi," katanya dalam Peringatan Hakordia Kementerian Keuangan 2021, Kamis (8/12/21).

Baca juga:

Firli mengklaim telah maksimal menghentikan tindakan korupsi. Namun kata dia, budaya anti korupsi baru dapat lahir dengan kerja sama yang baik berbagai pihak, mulai dari elemen pemerintah hingga masyarakat. 

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan