FOMO Sapiens : Dari Siskaeee, Audisme Menteri Risma hingga Kekerasan Terhadap Perempuan

Dari Siskaeee, Audisme Menteri Risma hingga Kekerasan Terhadap Perempuan

BERITA | NASIONAL | RAGAM

Jumat, 10 Des 2021 13:43 WIB

FOMO Sapiens : Dari Siskaeee, Audisme Menteri Risma hingga Kekerasan Terhadap Perempuan

Ilustrasi highlight berita sepekan. (Foto : KBR)

KBR, Jakarta – Siskaeee ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga melanggar UU Pornografi dan UU ITE. Itu lantaran konten video yang dia bikin di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, Yogyakarta.Tapi apakah pengenaan UU Pornografi dan UU ITE itu sudah tepat atau salah alamat?

Hari Disabilitas Sedunia diadakan untuk mempromosikan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas di semua bidang. Tetapi bagaimana jika pada hari tersebut seorang teman difabel tuli dipaksa untuk berbicara di depan banyak orang oleh Menteri Sosial kita sendiri, Tri Rismaharini?

Kabar-kabar di atas menjadi bahasan di FOMO Sapiens minggu ini.

1. Perkara Siskaeee

Content creator, Siskaeee ditangkap pasca viralnya salah satu video yang dia bikin di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) yang diunggap pada akhir November lalu. Hanya dalam hitungan hari, Siskaeee ditangkap oleh tim gabungan dari Polda Jabar, Polrestabes Bandung, Polda DIY, dan Polres Kulon Progo dan terancam 12 tahun penjara atau denda milyaran rupiah. Kenapa polisi cepat sekali memproses kasus semacam ini? Apakah sudah tepat pengenaan pasal pada Siskaeee?

Baca juga : Revisi 'Tanggung' UU ITE

2. Audism Menteri Risma

Menteri Sosial Tri Rismaharini kembali menjadi sorotan. Pekan lalu tepatnya pada peringatan Hari Disabilitas Sedunia, Risma memaksa teman difabel tuli untuk bicara. Risma berdalih, hal itu ia lakukan agar si teman tuli bisa memaksimalkan pemberian Tuhan. Sikap audisme Risma ini memicu protes di masyarakat khususnya kelompok difabel, yang mendesak Risma untuk minta maaf. Di sisi lain, Komisi Nasional Disabilitas (KND) yang baru dibentuk pun dibawah naungan Kemensos, tidak independen seperti komisi nasional lainnya. Lalu, bisakah komisi ini mendorong terpenuhinya hak-hak kelompok difabel?

Baca juga : Paracetamol di Teluk Jakarta dan Gaya Kepemimpinan Marah-Marah

Dengarkan obrolan selengkapnya bersama Ian Hugen dan Aika Renata juga dua host podcast HAMburger dari Human Right Working Group (HRWG), Jesse Adam dan Daniel Awigra di FOMO Sapiens pekan ini. Jangan ketinggalan juga obrolan mengenai kasus NW dan Kekerasan Terhadap Perempuan serta peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia.

*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Meningkat Netizen Pakai Petisi di Platform Digital