Erupsi Semeru, Puluhan Warga Belum Ditemukan

"Masih ada 27 korban hilang yang saat ini masih menjadi fokus pencarian oleh tim pencarian dan penyelamatan korban.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 07 Des 2021 09:12 WIB

Erupsi Semeru, Puluhan Warga Belum Ditemukan

Desa Curah Kobokan terparah kena dampak erupsi Semeru di Lumajang, Jatim, Senin (6/12/2021). (Antara/Imaduddin)

KBR, Jakarta-  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus fokus mencari korban erupsi Gunung Semeru. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaa BNPB, Abdul Muhari mengatakan masih ada lebih dari 20 orang hilang akibat bencana ini.

"Kami juga menerima laporan, bagaimana disampaikan Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana) BNPB, masih ada 27 korban hilang yang saat ini masih menjadi fokus pencarian oleh tim pencarian dan penyelamatan korban. Dan total masyarakat terdampak baik itu di dua kecamatan yang terdampak langsung deburan air panas, maupun di delapan kecamatan yang terdampak debu vulkanik sejumlah 5.205 orang," ujar Abdul dalam konferensi pers, Senini (06/12/21).

Selain melanjutkan proses pencarian korban, BNPB juga berupaya memenuhi kebutuhan pengungsi yang terdampak erupsi Gunung Semeru.

Baca: Penanganan Erupsi Semeru, Instruksi Presiden, dan Kendala Evakuasi

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaa BNPB, Abdul Muhari mengklaim kebutuhan pengungsi berupa logistik dasar seperti makanan, selimut, matras, saat ini sudah terpenuhi. Jika ada penambahan jumlah kebutuhan pengungsi, Kementerian dan Lembaga terkait akan segera memenuhinya.

Saat ini ada sejumlah 2.004 pengungsi yang tersebar di 19 titik pengungsian. Pengungsi paling banyak terdapat di kecamatan Candipuro.

"Dengan rincian 305 di 9 titik kecamatan Pronojiwo, kemudian 1.136 jiwa di 6 titik kecamatan Candipuro, dan 563 jiwa di 4 titik kecamatan Pasirian," urainya.

Data BNPB hingga Senin malam  jumlah bangunan terdampak rumah   2.970 unit, fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan (Jembatan Gladak Perak) putus 1 unit.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Bersiap Pelat Nomor Kendaraan Ganti Warna dan Dipasangi Chip