Bagikan:

Epidemiolog: Semua Efikasi Vaksin Covid-19 Menurun Hingga 50 Persen

"Dua dosis itu sebenarnya punya dampak Walaupun ada penurunan semua vaksin. Menurunnya bahkan rata-rata di bawah 50 persen atau di bawah yang direkomendasikan WHO,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 30 Des 2021 15:14 WIB

Author

Dwi Reinjani

Epidemiolog: Semua Efikasi Vaksin Covid-19 Menurun Hingga 50 Persen

Vaksin Sinopharm saat kegiatan vaksinasi covid-19 untuk ekspatriat yang tinggal di Indonesia, Rabu (29/12/21). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

KBR, Jakarta - Ahli Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan, semua kemampuan atau efikasi vaksin Covid-19 akan menurun hingga 50 persen.

Namun, kata Dicky, penurunan efikasi bukan berarti seseorang tidak lagi memiliki kekebalan terhadap virus corona.

"Dua dosis itu sebenarnya punya dampak Walaupun ada penurunan semua vaksin. Menurunnya bahkan rata-rata di bawah 50 persen atau di bawah yang direkomendasikan WHO," katanya dalam webinar Kesiapsiagaan Hadapi Omicron, Kamis (30/12/2021).

Kata Dicky, riset lain menunjukkan bahwa sel T dari semua vaksin membuat manusia yang sudah divaksinasi mempunyai proteksi.

"Hal itu juga, menyiratkan bahwa kita tidak bisa mengandalkan vaksin tapi juga harus memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mencuci tangan atau 5M menjadi penting," jelasnya.

Baca:

Dicky melanjutkan, adanya program suntikan penguat, atau booster penting dilakukan untuk beberapa kelompok rentan seperti tenaga kesehatan, lanjut usia dan pekerjaan berisiko lainnya.

Saat ini Meski Organisasi Kesehatan Dunia, WHO belum merekomendasikan secara resmi penggunaan tambahan vaksin, menurutnya jika negara siap mendapatkan stok dengan adil maka bisa dilakukan.

"Booster ini belum terlalu menjadi kebijakan umum, bahkan WHO belum merekomendasikan. Sebetulnya karena masalah stok, masalah kesetaraan yang menjadi masalah, bukan berarti booster tidak penting, tidak. Tapi kita harus lebih banyak orang dapat dosis 2 dulu, itu yang lebih meningkatkan kesetaraan atau pemerataan vaksin," imbuh Dicky Budiman.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Antisipasi Bencana Alam di Akhir Tahun

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending