DPR Desak Erick Thohir Turunkan Harga Tes PCR Hingga Rp200 ribu

"Oleh karena itu, saya mendorong agar harga PCR laboratorium dan rumah sakit yang dikelola oleh BUMN bisa di bawah Rp200 ribu. Karena memang sudah untung."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 02 Des 2021 15:03 WIB

Author

Ranu Arasyki

DPR Desak Erick Thohir Turunkan Harga Tes PCR Hingga Rp200 ribu

Petugas medis menyimpan sampel tes PCR di Jayapura, Papua, Jumat (5/11/2021). (Foto: ANTARA/Indrayadi)

KBR, Jakarta - Komisi VI DPR mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir agar segera menekan harga tes PCR di lingkungan rumah sakit dan laboratorium milik BUMN.

Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengatakan, seharusnya harga untuk tes PCR bisa ditekan hingga di bawah Rp200 ribu. Apalagi, modal tes PCR hanya mencapai Rp100 ribu untuk sekali tes. 

  "Oleh karena itu, saya mendorong agar harga PCR laboratorium dan rumah sakit yang dikelola oleh BUMN bisa di bawah Rp200 ribu. Karena memang sudah untung. Modalnya cuma Rp100 ribu pak menteri. Harapan kita pak menteri mendorong itu sehingga BUMN kita hadir dan dirasakan manfaatnya di bawah kepemimpinan Pak Erick sebagai pimpinan BUMN," katanya pada rapat DPR dengan BUMN, Kamis (2/12/2021).

Baca Juga:

Beberapa waktu lalu, pihaknya mengaku telah mengadakan rapat dengar pendapat dengan sejumlah perusahaan farmasi yang berada di bawah naungan PT Bio Farma (Persero) Group. Di sana, dia menyampaikan hal yang serupa. Namun, sampai saat ini harga PCR masih di rentang Rp275-300 ribu.

"Kami menyampai bahwa harga PCR itu bisa di bawah Rp200 ribu. Kalau kita mau jujur Rp100 ribu juga bisa. Nah, kami sudah minta dalam RDP itu bahwa biaya  farmasi kita untuk mengevaluasi harga PCR kita yang dikelola oleh BUMN," jelasnya.

Andre berpendapat, harga tes PCR yg murah akan memberikan kemudahan bagi masyarakat menengah ke bawah dan tidak mampu. Menurut dia, keputusan untuk menurunkan harga itu tentunya sejalan dengan fungsi dari BUMN yang selaiknya menjadi agent of development, bukan semata mencari untung dalam menambah dividen negara.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Membuat Minyak Goreng di Satu Harga