Bagikan:

BNPB: Jumlah Bencana 2021 Turun, Namun Dampaknya Naik

Meskipun jumlah kejadian turun cukup besar, namun dampak bencana pada 2021 lebih tinggi daripada tahun 2020.

NASIONAL

Jumat, 31 Des 2021 19:26 WIB

BNPB: Jumlah Bencana 2021 Turun, Namun Dampaknya Naik

Banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jabar, Rabu (3/11/2021). (Antara/Novrian Arbi)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah kejadian bencana di Indonesia pada tahun 2021 menurun dibanding tahun sebelumnya. Meskipun jumlah kejadian turun cukup besar, namun dampak bencana pada 2021 lebih tinggi daripada tahun 2020.

"Secara statistik kalau kita lihat dari tahun 2020 ke tahun 2021 kita lihat kejadian bencana itu turun dari 2020 ke 2021 dari 4.649 menjadi di 3.092 kejadian. Jadi turunnya cukup besar 33,5 persen. Akan tetapi kalau kita lihat dampaknya ternyata naik. Jadi jumlah kejadian rencananya turun tapi dampaknya naik," kata Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan dalam konferensi pers Kaleidoskop Bencana, Jumat (31/12/2012).

Lilik menyebut, korban meninggal dunia karena bencana di 2021 naik 76,9 persen. Dari 376 orang pada 2020, meningkat pada 2021 sebanyak 665 orang.

Selain itu kata dia, korban luka-luka juga meningkat sangat signifikan. Dari 619 orang pada 2020, menjadi 14.116 orang di tahun ini.

"Kemudian yang mengungsi juga meningkat dari 6,7 juta menjadi 8,4 juta. Dan rumah rusak itu juga meningkat dari 65.000 menjadi 142.000, sekitar 116,3 persen," imbuhnya.

Baca juga: BNPB: 71 Bencana Banjir dan Longsor Terjadi dalam 10 Hari Terakhir

Lilik mengatakan, korban meninggal paling banyak ada di Januari dan April 2021. Di mana pada Januari lalu terjadi gempa di Mamuju Sulawesi Barat, dan pada April terjadi bencana siklon tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur.

"Kemudian luka-luka ini dominan ada di Bulan Januari dan di Bulan Desember. Desember kita lihat walaupun banyak yang meninggal dan hilang, itu adalah karena awan panas guguran Semeru," kata dia.

BNPB akan terus memperbarui data risiko bencana dan menguatkan mitigasi di daerah-daerah. Supaya masyarakat lebih tanggap bencana sehingga meminimalkan korban terdampak.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan