Bagikan:

BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2022 Naik Hingga 5,5%

Neraca perdagangan per November 2021 mencatat surplus senilai US$3,5 miliar. Hal itu didukung kinerja ekspor komoditas utama seperti batubara, besi dan baja, dan kimia organik.

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Kamis, 16 Des 2021 15:27 WIB

Author

Ranu Arasyki

BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2022 Naik Hingga 5,5%

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/HO-Bank Indonesia)

KBR, Jakarta - Bank Indonesia memproyeksi pertumbuhan ekonomi domestik pada tahun depan akan bertumbuh menjadi 4,7-5,5 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi tahun ini di kisaran 3,2-4,4 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan meningkat karena didukung sejumlah faktor, yakni konsumsi swasta yang semakin meningkat, kinerja ekspor dan belanja fiskal pemerintah yang terjaga, peningkatan mobilitas, pembukaan ekonomi yang semakin meluas, serta stimulus kebijakan yang berlanjut dari sisi fiskal dan Bank Indonesia.

"Dengan perkembangan tersebut Bank Indonesia memperkirakan ekonomi domestik pada 2022 tumbuh lebih tinggi, yaitu menjadi 4,7-5,5 persen," ujarnya pada acara Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Desember 2021, Kamis, (16/12/2021).

Baca Juga:

Perry menguraikan, ke depan, transaksi berjalan diperkirakan akan tetap membaik dengan kisaran surplus 0,3 sampai dengan defisit 0,5 persen terhadap PDB 2021, dan tetap rendah pada kisaran defisit 1,1-1,9 persen dari PDB 2022. 

Secara keseluruhan, lanjut dia, perkembangan ini menunjukkan ketahanan sektor eksternal perekonomian Indonesia.

Kinerja transaksi berjalan hingga penghujung triwulan IV/2021 diperkiran membaik didorong oleh surplus neraca pembayaran yang tetap berlanjut. Neraca perdagangan per November 2021 mencatat surplus senilai US$3,5 miliar. Hal itu didukung kinerja ekspor komoditas utama seperti batubara, besi dan baja, dan kimia organik.

"Sementara terdapat penyesuaian aliran modal asing di pasar keuangan domestik, tercermin dari investasi portfolio yang mencatat net outflow sebesar US$2,3 miliar pada periode Oktober-14 Desember 2021," ujarnya.

Hingga akhir 2021, katanya, posisi cadangan devisa Indonesia diperkirakan meningkat menjadi US$145,9 miliar atau setara dengan pembiayaan 8,3 atau 8,1 impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Menurut Perry, tingkat cadangan devisa ini jauh di atas standar kecukupan internasional atau sekitar 3 bulan impor. (*)

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?