Bagikan:

Bahan Bakar Mineral Jadi Penyumbang Utama Surplus Neraca Perdagangan Indonesia

"Yang terbesar berasal dari bahan bakar mineral (HS 27), diikuti lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 15) dan dari besi dan baja (HS 72). Ini penyebab penyumbang surplus November 2021,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 15 Des 2021 15:09 WIB

Bahan Bakar Mineral Jadi Penyumbang Utama Surplus Neraca Perdagangan Indonesia

ilustrasi aktivitas ekspor-impor. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahan bakar mineral (HS 27) menjadi penyumbang surplus neraca perdagangan Indonesia di November 2021.

"Yang terbesar berasal dari bahan bakar mineral (HS 27), diikuti lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 15) dan dari besi dan baja (HS 72). Ini penyebab penyumbang surplus November 2021," kata Kepala BPS, Margo Yuwono saat konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (15/12/21).

November 2021, BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD3,51 miliar.

Margo menyebut, ekspor Indonesia di bulan itu mencapai USD22,84 miliar, naik 3,69 persen dibanding ekspor Oktober 2021.

"Sementara nilai impor November 2021 mencapai USD19,33 miliar atau naik 18,62 persen dibandingkan Oktober 2021 atau naik 52,62 persen dibandingkan November 2020," jelasnya.

Jika dilihat dari negaranya, lanjut Margo, penyumbang surplus terbesar neraca perdagangan Indonesia berasal dari Amerika Serikat, Filipina dan Malaysia.

"Dengan Amerika Serikat kita mengalami surplus USD1,8 miliar, berasal dari komoditas pakaian dan asesoris nya atau rajutan (HS 61) dan pakaian dengan asesorisnya tapi bukan rajutan (HS 62)," ungkapnya.

Sedangkan dengan Filipina, neraca perdagangan Indonesia surplus USD81,8 juta dengan komoditas bahan bakar mineral (HS 27) dan kendaraan dan bagiannya (HS 87).

Berita lainnya:

"Dengan Malaysia surplus USD687,8 juta dan terbesarnya berasal dari bahan mineral (HS 27) dan diikuti lemak dan minyak hewan atau nabati HS 15," tambahnya.

Sementara, neraca perdagangan Indonesia justru tercatat defisit dengan Thailand, Tiongkok, dan Australia.

"Secara kumulatif yakni dari Januari hingga November 2021 neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus sebesar 34,32 persen. Surplus ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 21,62 persen dan tahun-tahun sebelumnya," pungkas Margo Yuwono.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan