Teror, Mabes Polri: 6 Ribu Sel Jaringan JI Masih Aktif

"Di dalam dia pelariannya dan dia tinggal di dalam di lingkungan sel aktif itu, dia juga kadang-kadang berdakwah."

NASIONAL

Sabtu, 19 Des 2020 01:53 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Teror, Mabes Polri: 6 Ribu Sel Jaringan JI Masih Aktif

Petugas Densus 88 membawa terduga teroris Arif Sunarso alias Zulkarnaen dari Lampung setibanya di Bandara Soeta, Tangerang, Banten, Rabu (16/12).(Antara)

KBR, Jakarta- Mabes Polri menyebut masih ada sekitar enam ribu sel jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang masih aktif. Juru bicara Mabes Polri Argo Yuwono mengatakan, sel-sel teroris itu tersebar di seluruh Indonesia. 

Kata dia, sel-sel jaringan berperan  menyembunyikan buronan teroris Zulkarnaen. Zulkarnaen ditangkap pada 10 Desember lalu di Lampung Timur.

"Dalam berpindah-pindah dia itu kan dibantu oleh sel-sel mereka yang masih aktif. Di dalam dia pelariannya dan dia tinggal di dalam di lingkungan sel aktif itu, dia juga kadang-kadang berdakwah. Ya tentunya dia tetap melakukan suatu kegiatan di sana. Jadi memang dia berpindah-pindah, berapa lama dia menetap, sampai sekitar 25 kota. Dan kita pun tetap berharap masyarakat seandainya melihat, mengetahui, untuk menyampaikan kepada pihak kepolisian kegiatan-kegiatan yang tidak pas atau tidak sesuai," kata Argo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (18/12/2020).

Juru bicara Mabes Polri Argo Yuwono menambahkan, beberapa anggota JI juga ada yang berprofesi sebagai pedagang. Hasil usaha-usaha yang dilakukan anggota JI disisihkan lima persen untuk membiayai kegiatan teror mereka.

Argo mengatakan, kelompok JI merekrut anggota baru melalui dunia maya. Densus 88 Antiteror saat ini tengah menyelidiki modus dan proses perekrutan tersebut.

Sebelumnya, Densus menangkap 23 tersangka teroris jaringan JI. Dari 23 teroris itu, dua di antaranya merupakan buronan kelas kakap yang lama diburu Densus, yakni Zulkarnaen dan Taufik Bulaga atau Upik Lawanga. Keduanya berperan sebagai ahli perakit bom dan terlibat serangkaian aksi teror seperti Bom Bali 1 dan 2, bom di Poso, hingga bom di JW Marriot.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 8

Mama 'AB': Mengikat Yang Tercerai

Gelar Konser Musik dan Seni Pertunjukan Offline. Apa Sudah Memungkinkan?