Sampaikan Selamat Natal, Ini Pesan Menteri Agama Yaqut Cholil

"Selamat merayakan Natal, 25 Desember 2020 kepada segenap umat Kristiani dan selamat menyongsong tahun baru 2021. Tetap menjaga protokol kesehatan dan mematuhi imbauan pemerintah."

NASIONAL

Kamis, 24 Des 2020 19:39 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Sampaikan Selamat Natal, Ini Pesan Menteri Agama Yaqut Cholil

Misa Malam Natal saat pandemi di Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar, Bali, Kamis (24/12). (Antara/Fikri Yusuf)

KBR, Jakarta- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau yang lebih akrab disapa Gus Yaqut berpesan untuk masyarakat agar memperingati Natal dengan kesederhanaan. Alasannya perayaan Natal tahun ini dibarengi dengan pandemi Covid-19.

"Marilah kita merayakan Natal dengan penuh kesederhanaan. Hindari dan jauhkan perilaku-perilaku yang konsumtif dan pemborosan yang hanya akan membuat bangunan ekonomi kita rapuh. Karena yang terpenting adalah kesadaran diri kita untuk semakin dekat dengan Sang Maha Kuasa sebagai pemberi hidup bagi manusia melalui perubahan dan pembaharuan pola hidup ke arah yang lebih baik. Dalam suasana natal ini, hendaknya kita memahami makna kelahiran Yesus Kristus dengan merefleksikannya dengan perbuatan-perbuatan kebaikan, kesederhanaan, perhatian terhadap kaum yang lemah, dan cinta kasih kepada sesama," kata Gus Yaqut dalam video conference Kementerian Agama, Kamis (24/12/20).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut berharap umat Kristriani dapat merefleksikan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi garam dan terang dunia, senantiasa membawa damai sejahtera serta mampu membangun semangat kebersamaan dan toleransi di antara pemeluk agama yang berbeda.

"Selamat merayakan Natal, 25 Desember 2020 kepada segenap umat Kristiani dan selamat menyongsong tahun baru 2021. Tetap menjaga protokol kesehatan dan mematuhi imbauan pemerintah. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menyertai kita sekalian," tuturnya.

Dalam perayaan Natal tahun 2020, Gus Yaqut mengajak para tokoh agama dan umat Kristiani untuk menjadi pelopor pemersatu bangsa, serta menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

"Para pemimpin umat beragama perlu membangun harmoni sosial dan persatuan nasional dalam bentuk upaya mendorong dan mengarahkan seluruh umat beragama untuk hidup rukun dalam bingkai teologi yang mengajarkan kebersamaan dan sikap toleransi," ujarnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10