Pandemi, Gubernur Kaltim Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru

“Surat edaran Gubernur tidak membolehkan adanya izin perayaan tahun baru. Jadi obyek wisata pada malam tahun baru akan kita jaga tidak ada yang melaksanakan perayaan malam tahun baru,”

NASIONAL | RAGAM

Kamis, 03 Des 2020 13:07 WIB

Author

Teddy Rumengan

Pandemi,  Gubernur Kaltim Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru

Ilustrasi: Apel gabungan pengamanan Natal dan tahun baru di Wamena, Papua, Senin, (30/11). (Antara/Iwan Adisaputra)

KBR, Jakarta-   Menjelang libur Natal dan tahun baru, Gubernur Kalimantan Timur menerbitkan Suat Edaran Larangan tentang Pengamanan dan Penegakan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Penyelenggaraan Pilkada, Libur Natal dan Tahun Baru 2021 pada Rabu (02/12) kemarin. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, dalam surat edaran itu, Gubernur melarang kegiatan keagamaan yang mengumpulkan massa atau menjadi tempat kerumunan di antaranya Perayaan Natal di masa pandemi covid-19,

Gubernur juga melarang Perayaan Malam Tahun Baru sebagai bagian dari upaya pencegahamn penularan Covid-19 yang terus meningkat mencapai 20-an ribu lebih kasus positif dengan 594 kasus kematian di Kalimantan Timur.

Pelaksanaan pilkada serentak tetap harus memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.TNI, Polri dan Satpol PP juga diminta memperketat penjagaan khususnya di malam hari.

“Surat edaran Gubernur tidak membolehkan adanya izin perayaan tahun baru. Jadi obyek wisata pada malam tahun baru akan kita jaga tidak ada yang melaksanakan perayaan malam tahun baru,” ujar Rizal Effendi, Kamis (3/12).

Rizal menambahkan, obyek-obyek wisata maupun faslitas umum akan dijaga ketat agar tidak ada kerumunan massa pada libur Natal dan Tahun Baru.

 


Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah