Mahfud Sebut ada Kelompok yang Latih Pemuda untuk Teror Pejabat

"Bahkan saya mendapat informasi bahwa ada sekelompok anak muda yang dilatih di suatu tempat, khusus untuk meneror VVIP. Saya mendapat foto latihannya juga."

NASIONAL

Kamis, 17 Des 2020 18:13 WIB

Author

Muthia Kusuma

Mahfud Sebut ada Kelompok yang Latih Pemuda untuk Teror Pejabat

Sebanyak 23 terduga teroris tiba dari Lampung di bandara Soeta, Rabu (16/12). (Antara/Muhammad Iqbal)

KBR, Jakarta-  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membeberkan ada sekelompok pemuda yang dilatih meneror pejabat yang sangat penting atau VVIP. Bekas Hakim Mahkamah Konstitusi itu tidak mengungkap identitas kelompok tersebut dan tempat latihan mereka. 

Kata Mahfud, mereka merupakan kelompok yang menghantam ideologi bangsa, sama seperti 23 orang tersangka teroris yang telah ditangkap kepolisian. Salah satu tersangka yang diringkus adalah buronan peristiwa bom bali I pada 18 tahun silam. 

"Bahkan saya mendapat informasi bahwa ada sekelompok anak muda yang dilatih di suatu tempat, khusus untuk meneror VVIP. Saya mendapat foto latihannya juga. Yang seperti ini jadi ideologi itu, radikalisme yang menghantam ideologi itu, satu intoleran yang kedua yang lebih parah dari itu adalah teror karena paham jihad yang salah," ucap Mahfud MD di YouTube Kemenko Polhukam, Kamis, (17/12/2020).

Menko Polhukam Mahfud MD menambahkan, aksi-aksi dan paham-paham radikalisme saat ini mulai kembali bermunculan. Mahfud berpandangan, keutuhan ideologi Indonesia tengah dihadapkan pada bentuk radikalisme.

Selain Ideologi Bangsa, Mahfud menyebut negara ini juga harus mewaspadai keutuhan teritorial Indonesia. Ia mencontohkan di daerah Timur, Papua ada sekelompok orang yang memisahkan diri dari Indonesia. Kemudian ada juga intervensi asing di Natuna Utara yang kerap dimasuki kapal asing yang tidak mengakui hak kedaulatan Indonesia.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 8

Mama 'AB': Mengikat Yang Tercerai

Gelar Konser Musik dan Seni Pertunjukan Offline. Apa Sudah Memungkinkan?