Laporan Keuangan Bank BUMN Turun saat Pandemi, Erick Thohir Pasang Badan

Erick mengatakan Himbara sebagai bagian dari BUMN strategis cukup terdampak akibat pandemi Covid-19, lantaran kehilangan pendapatan yang cukup besar

BERITA | NASIONAL

Selasa, 01 Des 2020 10:43 WIB

Author

Resky Novianto

Laporan Keuangan Bank BUMN Turun saat Pandemi, Erick Thohir Pasang Badan

Ilustrasi Bank Mandiri

KBR, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir pasang badan terkait laporan keuangan himpunan bank-bank milik negara (Himbara) yang susut atau lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Bank yang tergabung dalam Himbara antara lain BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN. Untuk BRI, net profit tercatat anjlok hingga 43,05% jadi hanya Rp 14,11 triliun per September 2020 dari Rp 24,78 triliun pada periode yang sama 2019 (yoy).

Bank Mandiri labanya juga merosot tajam hingga 30,72% dari Rp 20,25 triliun pada September 2019 menjadi hanya Rp 14,03 triliun pada September 2020. BNI mencatatkan laba bersih Rp 4,32 triliun atau turun 63,9% (yoy) dari Rp 11,97 triliun di akhir September 2019.

Terakhir, BTN juga kena imbas serupa, mencatat laba Rp 768 miliar pada semester I-2020. Pencapaian laba itu turun sebesar 40% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,3 triliun.

Erick mengatakan Himbara sebagai bagian dari BUMN strategis cukup terdampak akibat pandemi Covid-19, lantaran kehilangan pendapatan yang cukup besar.

Kata dia, Himbara disisi lain juga ikut berpartisipasi meringankan beban dengan restrukturisasi.

"Contoh di Himbara kemarin kita tahu laporan keuangan Himbara sendiri kan itu 40 persen lebih rendah dari sebelumnya. Tentu ketika dibandingkan dengan Bank swasta juga saya mengambil posisi yang jelas, bahwa BUMN di situ tentu menjadi bagian restrukturisasi UMKM dan lain-lainnya, jadi artinya jelas terkoreksi," kata Erick saat RDP bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2020).

Dari catatan Kementerian BUMN, Himbara telah melakukan restrukturisasi kredit terhadap 3,87 juta nasabah yang terdampak pandemi Covid-19.

Nilai restrukturisasi tersebut Rp 470,93 triliun sampai dengan September 2020. Bank-bank pelat merah memberikan kebijakan restrukturisasi kredit kepada nasabah yang terdampak pandemi.

Restrukturisasi ini berupa penundaan pembayaran angsuran pokok, maupun penundaan pembayaran bunga.


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kala Jurnalis Kampus Bersua Kelompok Minoritas Agama

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Mudik dan Wisata

Kabar Baru Jam 10