Jokowi: IHSG dan Nilai Tukar Membaik, Perekonomian Terkerek Naik

Tren tersebut dipengaruhi kepercayaan investor terhadap perekonomian dalam negeri

BERITA | NASIONAL

Kamis, 03 Des 2020 15:48 WIB

Author

Resky Novianto

Jokowi: IHSG dan Nilai Tukar Membaik, Perekonomian Terkerek Naik

Presiden Joko Widodo - Foto BPMI Setpres/Muchlis Jr

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dollar terus membaik.

Jokowi menilai tren tersebut dipengaruhi kepercayaan investor terhadap perekonomian dalam negeri.

"Dari sisi pasar modal dan keuangan, kinerja IHSG dan nilai tukar rupiah menunjukkan peningkatan hingga mencapai level masing-masing IHSG di 5.522 dan kurs rupiah ke dolar AS Rp 14.050 per 17 November 2020. Perbaikan kinerja IHSG terdorong oleh peningkatan indeks saham sektoral. Sektor industri dasar mengalami pemulihan indeks saham terbesar,” ujar Jokowi, Kamis (3/12/2020)

Bekas Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah melewati titik terendahnya pada kuartal II-2020 dan kini tengah melaju di tahap pemulihan ekonomi.

Menurutnya, beberapa indikator makro-ekonomi domestik telah mengindikasikan percepatan. Hal itu seperti peningkatan laju impor bahan baku dan barang modal untuk mendukung kinerja industri pengolahan.

Ia menambahkan neraca perdagangan RI yang surplus 8 miliar dolar AS pada kuartal III-2020 berpotensi menopang ketahanan eksternal perekonomian.

“Pada kuartal II-2020 ekonomi kita terkontraksi minus 5,32 persen dan triwulan III-2020 perekonomian kita terkontraksi minus 3,49 persen. Artinya sudah lewati titik terendahnya, titik balik menuju membaik, tren positif membaik,” pungkasnya.

Dia yakin dengan momentum perbaikan yang saat ini berjalan, ekonomi Indonesia semakin bergerak lagi ke arah positif di kuartal IV 2020 dan seterusnya.

"Tidak boleh lengah dan harus harus tetap disiplin terapkan protokol kesehatan. Waspada agar jangan sampai terjadi gelombang kedua yang akan sangat merugikan upaya dan pengorbanan yang telah kita lakukan," kata dia.

Pemerintah, kata dia, juga harus fokus untuk gerak ke depan pada upaya untuk keluar dari pandemi dengan mempersiapkan vaksin dan program vaksinasi.

"Kita harus gerak cepat karena masih banyak pekerjaan rumah yang belum kita selesaikan. Kita akan dihadapkan pada besarnya jumlah pengangguran akibat PHK pada masa pandemi, kita hadapi besarnya angkatan kerja yang memerlukan pekerjaan," pungkasnya.


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah