Jadi Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Minta Bantuan Masyarakat

"Saya percaya kalau kita bersatu, bersama-sama dengan asosiasi, dengan pemerintah daerah, dengan seluruh komponen bangsa yang ada, kita bisa membangun sistem layanan kesehatan publik yang kuat"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 23 Des 2020 00:50 WIB

Author

Astri Septiani

Jadi Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Minta Bantuan Masyarakat

Presiden Jokowi umumkan 6 calon menteri di Istana Merdeka, Selasa (22/12). (Setpres)

KBR, Jakarta-     Calon Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan  Kemenkes tidak mungkin berjalan sendiri untuk menangani dampak Covid-19 sendiri secara eksklusif. Dia meminta butuh bantuan seluruh rakyat Indonesia. 

Dia optimistis, dengan bersatu bisa membangun sistem layanan kesehatan publik yang baik.

"Saya percaya kalau kita bersatu, bersama-sama dengan asosiasi, dengan pemerintah daerah, dengan seluruh komponen bangsa yang ada, kita bisa membangun sistem layanan kesehatan publik yang kuat dan siap mengatasi masalah SARS-Cov-2 ini. Dan kita juga bisa mempersiapkan sistem layanan kesehatan publik yang siap, kuat, mumpuni, agar generasi sesudah kita bisa menghadapi SARS-Cov3 atau SARS-CoV4 yang kita tidak tahu kapan datangnya," kata Budi di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (22/12/2020).

Presiden Joko Widodo rencananya hari ini akan melantik enam menteri baru. Pengumuman perombakan atau reshuffle kabinet,  disampaikan Jokowi didampingi Wapres Ma’ruf Amin di Istana Negara. 

Reshuffle itu merupakan kocok ulang pertama pada periode kedua. 

"Bapak, ibu saudara-saudara pada sore hari yang berbahagia ini bersama-sama dengan bapak Wakil Presiden ingin mengumumkan menteri-menteri baru yang akan duduk di anggota Kabinet Indonesia Maju untuk itu saya akan memperkenalkan satu per satu," kata Presiden Jokowi di beranda Istana Merdeka, Selasa (22/12).


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10