Ini Alasan Polisi Tembak Mati Anggota FPI

Polisi berdalih, empat orang itu berusaha menyerang aparat saat berada di dalam mobil.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 15 Des 2020 06:50 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Ini Alasan Polisi Tembak Mati Anggota FPI

Ilustrasi Pistol

KBR, Jakarta - Empat anggota Front Pembela Islam (FPI) ditembak mati oleh polisi di dalam mobil usai ditangkap di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Itu terungkap dari hasil reka ulang dini hari kemarin.

Polisi berdalih, empat orang itu berusaha menyerang aparat saat berada di dalam mobil. Juru bicara Mabes Polri Ahmad Ramadhan mengatakan, mobil itu diisi tujuh orang, tiga dari polisi dan empat anggota FPI. Saat berada di dalam mobil, keempatnya tidak diborgol.

"Kenapa dilakukan penindakan tegas dan terukur? Karena yang bersangkutan ingin merebut senjata milik daripada petugas. Tentunya ketika direbut, merupakan suatu hal yang berpotensi untuk membahayakan petugas. Sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur, jelas ya," kata Ramadhan di Mabes Polri, Senin (14/12/2020).

Dari hasil reka ulang, diketahui dua anggota FPI lainnya tewas saat terlibat baku tembak dengan aparat.

Ramadhan mengklaim reka ulang tersebut berdasarkan keterangan dan petunjuk yang didapat penyidik.

"Tentunya keterangan dari anggota, dan ada petunjuk dari bukti-bukti yang ada. Semalam sudah disampaikan, ini dari 28 saksi. Di sana ada saksi dari masyarakat, dari pihak polisi juga ada," jelasnya.

Enam anggota FPI tewas dalam insiden bentrok dengan kepolisian di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12/2020) dini hari.

Polisi mengklaim anggota FPI berusaha menyerang aparat menggunakan senjata api. Namun pihak FPI membantah dan menyebut anggotanya tak pernah dibekali dengan senjata tajam atau senjata api.

Mabes Polri menggelar reka ulang insiden penembakan 6 anggota laskar FPI d tol Jakart-Cikampek pada Senin, 14 Desember 2020 dini hari. Ada 53 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut.

Proses rekonstruksi yang dikawal ratusan personel kepolisian dari Kepolisian Resor Karawang, Kepolisian Daerah Jawa Barat, dan Polda Metro Jaya itu berlangsung sekitar empat jam, mulai pukul 00.35 hingga sekitar 4.30 WIB.

Juru bicara Mabes Polri, Argo Yuwono mengatakan rekonstruksi ada di empat titik lokasi kejadian.

Titik pertama lokasi kejadian ialah jalan Interchange Karawang Barat dekat Bundaran Badami. Ada sembilan adegan rekonstruksi di sini. Kemudian, empat adegan di titik kedua lokasi kejadian, tepatnya di jembatan Badami yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari Gerbang Tol Karawang Barat.

Sedangkan titik ketiga lokasi kejadian adalah rest area KM 50 jalan Tol Jakarta-Cikampek. Di titik ini ada 31 adegan dalam rekonstruksi. Terakhir atau di titik keempat lokasi kejadian, di Kilometer 51 jalan Tol Jakarta-Cikampek, ada sembilan adegan.

Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 7

Vaksin COVID-19: Kenali Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kabar Baru Jam 8