H-7 Pilkada Serentak, KPU Pastikan Petugas Pemungutan Suara Gunakan Protokol Kesehatan

"Semuanya nanti akan menggunakan alat pelindung diri meskipun tidak lengkap sebagaimana ke dokter dan perawat di rumah sakit."

NASIONAL | RAGAM

Rabu, 02 Des 2020 16:07 WIB

Author

Dwi Reinjani

H-7 Pilkada Serentak, KPU Pastikan Petugas Pemungutan Suara Gunakan Protokol Kesehatan

Simulasi pemungutan suara Pilkada dengan protokol kesehatan di Tangsel, Banten, Kamis (26/11). (Foto: Antara/Fauzan)

KBR, Jakarta-  Komisi Pemilihan Umum (KPU RI)  menyebut  sudah mempersiapkan sejumlah protokol kesehatan untuk pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang. Deputi Bidang Dukungan Teknis  KPU   Eberta Kawima mengatakan seluruh alat untuk sarana protokol kesehatan, termasuk Alat Pelindung diri untuk petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Peralatan protokol kesehatan ini kata dia sedang dalam proses distribusi ke daerah tempat Pilkada.

"Penyampaian atau pengiriman alat pelindung diri yang akan digunakan oleh petugas kami di TPS yang kita namakan KPPS Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara. Yang semuanya nanti akan menggunakan alat pelindung diri meskipun tidak lengkap sebagaimana ke dokter dan perawat di rumah sakit. Berdasarkan hasil dengan DPR dan pertemuan dengan pemerintah kemendagri maka petugas kami KPPS yang tersebut akan diberi alat pelindung diri tiga macam. Yang pertama faceshield, kedua masker dan ketiga sarung tangan. Jadi bukan alat pelindung diri lengkap. Apa bila terjadi yang tidak diinginkan pada saat proses pemungutan dan penghitungan suara, baru nanti ada salah satu petugas atau dua orang petugas kami di TPS diberi kelengkapan baju hazmat untuk menolong dan membantu apabila ada pemilih yang kebetulan ada kendala teknis terkait kesehatan. Dan tentu saja tidak sendiri tapi mendapat bantuan dari tim medis yang ada di TPS tersebut," kata Wima pada acara Konferensi Pers Ombudsman RI, Rabu (2/12/20).

Deputi Bidang Dukungan Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) Eberta Kawima tak memungkiri ada sejumlah kendala terkait distribusi peralatan protokol kesehatan untuk pilkada. Namun ia memastikan semuanya bisa diatasi dengan baik.

"Baik ada APD maupun tidak ada APD sebetulnya persoalan logistik ini rumit. Banyak faktor nonteknis. Kalo teknis sudah diatur di regulasi. Sudah kita bahas di rapat formal. Tapi yang nonteknis ini sering terjadi dan ini sejak Pemilu awal sampai 2019 persoalan selalu terjadi. Kemudian ada barang itu dikirim H-2 bisa saja terjadi. Tapi prinsipnya pada 9 desember barang yang dibutuhkan untuk keselamatan kesehatan masyarakat sudah ada di sana. Proses masih berlangsung  dan seperti yang sudah saya sampaikan sebetulnya tidak ada yang salah. Semua berjalan dengan baik. Meski masalah pasti ada. Tapi sedang kita atasi semua. Ada proses tertunda terkait pengadaan, ada perusahaan yang dinyatakan sebagai pemenang pengadaan lalu mundur di tengah jalan nah ini kan masalah nonteknis. Kita harus cepat menyelesaikan. Lalu bagaimana Pak waktunya kan mepet? Nanti kita melakukan transportasi udara. Bagaimana misalkan kalau tidak ada penerbangan ke sana? ya kita sewa. Oleh karena itu teman-teman di daerah itu mungkin nunggu barangnya lengkap dulu ngumpul dulu barangnya baru mereka melakukan distribusi," tambahnya.

Ia memastikan 9 Desember nanti peralatan protokol kesehatan tersebut bisa digunakan untuk melindungi petugas serta pemilih Pilkada 2020 dari Covid-19. Sehingga pilkada berjalan dengan aman.

"Terkait dengan hal-hal berhubungan dengan laporan hingga saat ini prosesnya masih berjalan terus. Namun demikian kami harus bisa memastikan nanti ketika 9 Desember, karena keselamatan dan kesehatan adalah prioritas, tentu alat pelindung diri yang tiga macam termasuk alat kesehatan yang lain untuk protokol kesehatan seperti tisu, disinfektan, alat semprot dan lain-lain tentu akan kami siapkan ke TPS. Karena instruksi itu sudah kita berikan untuk teman-teman selalu melakukan hal tersebut," tambah dia.

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah