Wabup Nduga Mundur Sebagai Bentuk Protes, DPR Minta Konfirmasi ke Mendagri

"Ini memerlukan waktu bagi kita untuk mendapatkan data-data yang lebih konkret, baik dari jajaran Menteri Dalam Negeri, maupun dari jajaran (pemerintah) yang lainnya."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 31 Des 2019 16:56 WIB

Author

Astri Yuana Sari, Adi Ahdiat

Wabup Nduga Mundur Sebagai Bentuk Protes, DPR Minta Konfirmasi ke Mendagri

Mendagri Tito Karnavian saat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (26/11/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - DPR akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk membahas isu pengunduran diri Wakil Bupati (Wabup) Nduga Wentius Nemiangge

Sebelumnya, Wentius menyatakan ingin mundur dari jabatannya, sebagai bentuk protes kepada pemerintah pusat yang tak kunjung mengakhiri operasi militer di Nduga.

 "Kita akan menanyakan, pada masa persidangan berikutnya dengan Menteri Dalam Negeri tentang mundurnya Wakil Bupati Kabupaten Nduga," kata Anggota Komisi II DPR Kamrussamad kepada KBR di Jakarta, Selasa (31/12/2019).

DPR juga akan menanyai pemerintah soal dugaan adanya korban warga sipil dalam operasi militer, yang diprotes keras oleh Wabup Nduga.

"Dugaan sementara adanya dampak kekerasan yang dialami sejumlah warga negara yang berdomisili di Kabupaten Nduga, dan ini memerlukan waktu bagi kita untuk mendapatkan data-data yang lebih konkret, baik dari jajaran Menteri Dalam Negeri, maupun dari jajaran (pemerintah) yang lainnya," kata Samad.

Berita Terkait:

Menurut Wabup Nduga Wentius Nemiangge, operasi militer yang berlangsung di Nduga sejak Desember 2018 itu sudah menewaskan sejumlah warga sipil.

Wentius juga mengeluhkan bahwa konflik telah membuat warga setempat takut jadi korban salah sasaran, hingga mereka mengungsi ke kabupaten lain dan terpaksa merayakan Natal di luar kampungnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi