Tangkal Radikalisme, Menag Kampanyekan Moderasi

“Seminggu yang lalu saya berkunjung ke Arab Saudi. Di sana saya banyak bertukar pikiran dan bercerita tentang moderasi."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 13 Des 2019 09:37 WIB

Author

Ken Fitriani

Tangkal Radikalisme, Menag Kampanyekan Moderasi

Menteri Agama Fachrul Razi. Foto diambil dalam sebuah acara di Bogor Jawa Barat, November 2019. (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho)

KBR Yogyakarta  - Menteri Agama Fachrul Razi tengah gencarkan kampanye moderasi ke berbagai wilayah, termasuk ke luar negeri.

Hal ini sebagai upaya untuk menangkal radikalisme yang menjadi ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Seminggu yang lalu saya berkunjung ke Arab Saudi. Di sana saya banyak bertukar pikiran dan bercerita tentang moderasi. Sepertinya Saudi juga melakukan hal yang mirip dengan kita, “ katanya di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (12/12/2019).

Fachrul Razi mencontohkan, Saudi mengangkat isu peningkatan atau penguatan identitas keagamaan Islam dengan negara menjadi satu kesatuan.

“Jadi meningkatkan identitas keislaman dan nasional merupakan keutuhan,“ tandasnya.

Fachrul menyebutkan moderasi merupakan program lama yang sudah berjalan di Indonesia. Moderasi merupakan langkah menangkal paham radikalisme dengan cara yang lebih halus, serta tidak mengutamakan upaya-upaya drastis seperti di negara lain.

“Kalau hanya ngomongin nation saja tidak melihat Islam, salah. Bisa menyimpang jauh kita. Tapi kalau kita ngomongin Islam saja dan tidak melihat nation, dikhawatirkan nanti pelaksanaannya kurang pas untuk wawasan kebangsaan kita, “ jelas Fachrul.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama juga mengapresiasi pidato Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang saat itu dikukuhkan sebagai Guru Besar UMY. Haedar mengangkat tema moderasi beragama dan berbangsa. Haedar menawarkan solusi moderasi untuk memerangi radikalisme.

“Bagus sekali tadi. Ini yang sedang kami kampanyekan. Moderasi beragama sudah menjadi program dunia Islam. Kalau tidak dilakukan ya kita akan sulit maju, “ kata Fachrul.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) moderasi bermakna pengurangan kekerasan atau penghindaran paham ekstrem.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10