Saut: UU KPK yang Buruk Itu, Saya Pikir Akan Baik

"UU KPK yang kita anggap masih buruk itu, kalau pelaksanaannya cukup baik, saya pikir akan baik."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 19 Des 2019 11:56 WIB

Author

Muthia Kusuma, Adi Ahdiat

Saut: UU KPK yang Buruk Itu, Saya Pikir Akan Baik

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Proses uji formil UU KPK baru, yang diajukan oleh pimpinan KPK ke Mahkamah Konstitusi (MK), masih berjalan.

Apabila uji formil itu nantinya ditolak MK, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan tak akan melakukan gugatan lanjutan, baik lewat upaya hukum ataupun pergerakan massa.

"Saya pikir sementara sudah cukup ya, sudah selesai. Kalau dulu kan kita sudah mencoba (menggugat UU KPK baru) menjelang proses. Karena sudah produk hukum jadi saya pikir harus kita (patuhi), tidak ada lain lagi," kata Saut kepada KBR, Rabu (18/12/2019).


Berita Terkait: Laode: UU KPK Baru Bertentangan dengan Konvensi Antikorupsi PBB


Upaya Dorong Perpu KPK Sudah Maksimal

Saut juga menyiratkan dirinya tak lagi mendorong pemerintah untuk membatalkan UU KPK baru lewat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu).

"Kalau kita meyakinkan perlunya Perpu (KPK) kan sudah maksimal ya, saya pikir. Bahkan sudah mencoba dengan gaya persuasif, dengan gaya yang menjelaskan bahwa sebenarnya dengan UU lama kami cukup perform," kata Saut.

Ia meyakini pimpinan KPK baru dan Dewan Pengawas KPK akan berupaya melanjutkan pemberantasan korupsi di Indonesia. 

"Jadi apapun ceritanya, in the end membawa orang jahat ke pengadilan, dalam hal ini pelaku korupsi. Adapun UU KPK yang kita anggap masih buruk itu, kalau pelaksanaannya cukup baik, saya pikir akan baik," ujarnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Omnibus Law Diklaim Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia

Penelusuran Video Jutaan Orang Cina Masuk Islam Karena Virus Corona tak Serang Umat Islam

Kabar Baru Jam 15