Luncurkan B30, Jokowi Ingin Hemat Devisa Lebih Banyak

Sekaligus upaya untuk melepaskan diri dari ketergantungan energi fosil.

BERITA | NASIONAL

Senin, 23 Des 2019 13:36 WIB

Author

Dian Kurniati

Presiden Joko Widodo meresmikan program biodiesel B30 di Jakarta (23/12/2019) (foto: Antara)

Presiden Joko Widodo meresmikan program biodiesel B30 di Jakarta (23/12/2019) (foto: Antara)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meluncurkan program bauran minyak kelapa sawit pada bahan bakar diesel sebanyak 30 persen (B30). Langkah ini diharapkan bisa menekan konsumsi bahan bakar fosil nasional. Hal itu Jokowi katakan saat meluncurkan program B30, yang bakal dimulai akhir 2019, maju dari rencana awal Januari 2020. 

Jokowi mengatakan, Indonesia harus bisa beralih pada sumber bahan bakar ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan impor BBM. Ia menyebut, program B30 akan menghemat devisa USD 4,8 miliar atau sekitar Rp63 triliun.

"Kita berusaha mencari sumber energi baru terbarukan. Kita harus melepaskan diri dari ketergantungan energi fosil, yang suatu saat pasti akan habis. Pengembangan energi terbarukan juga membuktikan komitmen kita untuk menjaga planet bumi, menjaga energi bersih dengan menurunkan emisi gas karbon, dan meningkatkan kualitas lingkungan," kata Jokowi di SPBU MT Haryono, Senin (23/12/2019).

Jokowi menilai, ketergantungan Indonesia pada impor BBM, termasuk solar, sudah tergolong tinggi. Padahal di sisi lain, kata Jokowi, Indonesia menjadi negara penghasil sawit terbesar di dunia. Dengan produksi minyak kelapa sawit itulah, Jokowi ingin mengubah BBM fosil menjadi bahan bakar nabati. Setelah B30, Jokowi memerintahkan PT Pertamina (Persero) langsung bersiap dengan program B50 pada 2021. Di masa datang, Jokowi juga ingin ada teknologi yang bisa menciptakan bahan bakar minyak kelapa sawit murni atau B100.

Selain soal penghematan devisa, kata Jokowi, program B30 juga akan memperbesar permintaan minyak kelapa sawit nasional. Dengan demikian, ia berkata, akan ada efek yang dirasakan petani kecil dan menengah, serta pekerja di pabrik kelapa sawit.


Editor: Citra Dyah Prastuti  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Jakarta Tak Putus Dirundung Banjir

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Mendorong #Metoo di Industri Film Indonesia