KPAI: Masyarakat Butuh Gedung Sekolah Baru, Pemda Enak-Enak Saja

"Selama ini yang mencari sekolah itu orang tua, negara tidak pernah campur tangan. Jadi Pemda enak-enak saja. Mereka tidak tahu jumlah sekolahnya timpang."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 12 Des 2019 14:29 WIB

Author

Resky Novianto, Adi Ahdiat

KPAI: Masyarakat Butuh Gedung Sekolah Baru, Pemda Enak-Enak Saja

Siswa SDN Jamintoro 3, Jember, belajar di tenda karena atap bangunan sekolahnya rawan ambruk, Senin (2/12/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah daerah (Pemda) aktif membangun sekolah-sekolah baru, khususnya sekolah di jenjang menengah seperti SMP, SMA, dan SMK.

Pasalnya, menurut data KPAI, sampai sekarang sekolah jenjang menengah di berbagai daerah hanya sedikit, tak sebanding dengan sekolah dasarnya.

"Sekolah kita itu timpang jumlahnya, SD 148 ribu, tapi begitu SMP 39 ribu. Lah, dari 148 ribu ke 39 ribu? Lalu ke SMA 13 ribu, SMK 13 ribu," tukas Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam acara diskusi bertajuk Potret Pelayanan Publik Di Daerah dan Kelompok Marjinal di Kawasan Casablanca, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).

"Ketimpangan inilah yang harusnya didorong negara, bukan kemudian zonasinya diturunkan," kata Retno.

"Selama ini yang mencari sekolah itu orang tua, negara tidak pernah campur tangan. Jadi Pemda enak-enak saja. Mereka tidak tahu jumlah sekolahnya timpang," singgungnya lagi. 

Menurut Komisioner KPAI Retno Listyarti, Pemda mestinya mampu mendorong pembangunan sekolah baru, bukan hanya mendorong pembangunan infrastruktur komersial. 

"KPAI mengawasi selama tiga tahun ini, dan terbukti misalnya Kota Bekasi yang pertumbuhan rumah-rumah barunya tinggi, tidak disertai pertumbuhan sekolah. Artinya pemerintah daerah bisa didorong partisipasi hak atas pendidikan," ujar Retno.

Menurut Retno, tanpa adanya penambahan jumlah sekolah, setiap tahun pemerintah di berbagai daerah akan menghadapi keluhan masyarakat terkait masalah penerimaan siswa baru.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Istana Buckingham Mencopot Gelar Kerajaan Pangeran Harry dan Istrinya

Prakiraan Cuaca Dari BMKG

Presiden Minta Semua ASN Nanti Pindah ke IKN Baru