KKP: Wacana Ekspor Benih Lobster Belum Tentu Diterapkan

KKP masih menampung berbagai masukan untuk menimbang apakah rencana ini bakal diterapkan atau tidak.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 19 Des 2019 11:55 WIB

Author

Wahyu Setiawan

KKP: Wacana Ekspor Benih Lobster Belum Tentu Diterapkan

Benih lobster sitaan dari perdagangan ilegal ke luar negeri yang diungkap Polda Jawa Timur, Senin (2/12/2019). (Foto: ANTARA/Didik Suhartono)

KBR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut wacana pembukaan kembali keran ekspor benih lobster masih dalam tahap pengkajian.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan rencana beleid itu belum tentu akan diterapkan, meski wacananya sudah merebak ke publik.

Slamet berujar, kementeriannya masih menampung berbagai masukan untuk menimbang apakah kebijakan ini bakal diterapkan atau tidak.

"Ekspor lobster, khususnya benih, ini belum kembali dibuka. Karena Permen ini kan belum jadi. Sementara ini masih menggunakan Permen yang lama. Jadi saya tidak mengatakan ekspor benih (lobster) dibuka ya. Karena kita masih tataran menampung semua usulan, masukan, untuk ke depan mana yang lebih baik," kata Slamet usai mengikuti pertemuan di Hotel Sari Pasifik, Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Ikuti juga laporan lainnya:



Slamet Soebjakto menambahkan, jika pun rencana ekspor benih lobster diketok, tidak akan merugikan pembudidaya di tanah air.

Ia juga mengklaim kebutuhan bayi lobster untuk budidaya domestik akan tercukupi meski nantinya kebijakan ekspor dibuka.

"Ya untuk domestik saya kira tercukupi dari hasil benih yang ada. Seandainya kita mau mengembangkan ya. Karena benih lobster di Indonesia sangat besar," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan KKP Edhy Prabowo menegaskan tak akan mundur memperjuangkan pembukaan keran ekspor benih lobster.

Edhy berdalih, ekspor benih dilakukan untuk memperjuangkan keberlanjutan nelayan dan keberlanjutan alam.

Tengok juga informasi lainnya:



Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Jakarta Tak Putus Dirundung Banjir

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Mendorong #Metoo di Industri Film Indonesia

Dating while Single Mom