Banyak Buruh Tak Punya Pensiun, BPS Usul Ada Lapangan Kerja untuk Lansia

"Banyak lansia yang terus mencari penghasilan karena terpaksa, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada kasus tersebut, pemerintah perlu campur tangan untuk memberikan perlindungan."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 11 Des 2019 16:02 WIB

Author

Adi Ahdiat

Banyak Buruh Tak Punya Pensiun, BPS Usul Ada Lapangan Kerja untuk Lansia

Perempuan lansia Suku Sasak di Lombok, NTB, berpose selagi ia menenun kain. (Foto: Wikimedia Commons/Yohanes Nindito Adisuryo)

KBR, Jakarta- Saat ini Indonesia tengah mengalami bonus demografi, kondisi ketika penduduk usia produktif lebih banyak dari usia tidak produktif.

Namun, bonus demografi akan berakhir saat penduduk usia produktif menua. Dan sampai sekarang, mayoritas dari mereka belum punya jaminan pensiun atau jaminan hari tua.

Persoalan ini diungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Analisis Isu Terkini 2019 yang dirilis Rabu (11/12/2019).

"Pekerja, buruh, karyawan umur 40-59 tahun yang memiliki jaminan hari tua dan atau jaminan pensiun yang disediakan oleh perusahaan hanya sekitar 30 persen," begitu kesimpulan BPS dalam laporannya.

BPS pun mencatat, persentase rumah tangga yang punya jaminan hari tua atau jaminan pensiun hanya berkisar 5-6 persen.

"Dengan demikian, buruh atau karyawan yang akan menjadi lansia (lanjut usia) pada tahun 2035 masih banyak yang belum memiliki jaminan penghasilan di masa tua," sebut BPS dalam laporannya.


Negara Perlu Luaskan Perlindungan Lansia

Menurut BPS, penuaan penduduk ini merupakan tantangan yang perlu diatasi pemerintah.

"Sebagian orang berpendapat bahwa masa tua adalah masa-masa menikmati hasil jerih payah penghasilan di masa muda. Namun pada beberapa kasus, masih banyak lansia yang terus mencari penghasilan karena terpaksa, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," tulis BPS.

"Pada kasus tersebut, pemerintah perlu campur tangan untuk memberikan perlindungan."

BPS menyebut, perlu ada penciptaan lapangan kerja yang layak untuk kelompok lansia, yang beban kerjanya sesuai dengan keterbatasan kemampuan, kesehatan fisik, serta mental mereka.

BPS juga mendorong pemerintah agar meningkatkan sistem perlindungan sosial bagi lansia, khususnya lansia berpendidikan rendah.

"Lansia laki-laki, berstatus kepala rumah tangga, berpendidikan rendah, dengan pengeluaran di bawah rata-rata, dan kesehatan baik, adalah lansia yang memiliki kemungkinan tertinggi untuk masih bekerja," tulis BPS.

"Dengan demikian, cakupan perlindungan sosial bagi lansia perlu terus diperluas, tidak hanya diprioritaskan bagi lansia terlantar."

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Virus Corona Bunuh 80 Orang, Indonesia Belum Keluarkan Travel Ban