Usut Mafia Pengaturan Skor, Polisi Mulai Periksa Saksi

"Saksi antara lain saudari Ratu Tisha Destria, Berlington Siahaan direktur utama PT LIB, Januar Hermanto manager, kemudian Andreas Marbun Sekjen BOPI dan saudara Richard Sambera."

BERITA , NASIONAL

Jumat, 21 Des 2018 13:48 WIB

Author

Dwi Reinjani

Usut Mafia Pengaturan Skor, Polisi Mulai Periksa Saksi

Ilustrasi.

KBR, Jakarta - Markas Besar Kepolisian mulai memanggil lima orang saksi terkait dugaan praktik pengaturan skor pertandingan sepakbola Indonesia. Pemeriksaan dilakukan hari ini.

Juru bicara Mabes Polri Dedi Prasetyo mengatakan, lima orang saksi tersebut diminta keterangan terkait kasus pengaturan skor pertandingan sejak 2014. Menurut Dedi, kasus-kasus dugaan pengaturan skor terdahulu tidak terselesaikan lantaran kurang alat bukti.

“Saksi antara lain saudari Ratu Tisha Destria, Berlington Siahaan direktur utama PT LIB, Januar Hermanto manager, kemudian Andreas Marbun Sekjen BOPI dan saudara Richard Sambera,” kata Dedi, di kantor Mabes Polri, Jumat (21/12/2018).

Baca juga:


Polri juga akan memanggil tujuh orang saksi lain di luar saksi mekanis yang mengerti kebijakan pembuatan skor. Namun ia belum bisa memberi tahu siapa saja saksi yang akan dipanggil.

“Kita tunggu hasilnya yang ini dulu. Pemanggilan berikutnya nanti Rabu, Kamis, Jumat. Akan kita panggil beberapa saksi lain. Rencananya 7 saksi ini dipanggil terkait langsung peristiwa perbuatan curang pengaturan skor," ujar Dedi.

Dedi mengatakan kepolisian akan mulai mengumpulkan bukti dan data terkait kasus mafia pengaturan skor pertandingan sepakbola. Penyidik akan menggabungkan bukti-bukti yang sudah didapat sebelumnya dengan bukti baru dari kerja penyelidikan saat ini. Penyidikan akan mulai bekerja walau Satgas Polri belum terbentuk.

“Iya akan tangani kasus lama dulu, untuk digali kembali alat buktinya pada masa lalu karena belum cukup. Jadi akan didalami kembali, dianalisa kembali, bukti apa yang kurang," kata Dedi.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Diminta Pidanakan Tindakan Penyiksaan Oleh Aparat