Tim Gabungan Berhasil Tembus Kecamatan Sumur, Lokasi Terparah yang Terdampak Tsunami

Desa ini terletak di paling ujung kecamatan, dan berdekatan dengan wilayah Ujung Kulon.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 25 Des 2018 14:32 WIB

Author

Muthia Kusuma, Resky Novianto

Tim Gabungan Berhasil Tembus Kecamatan Sumur, Lokasi Terparah yang Terdampak Tsunami

Anggota Tim Basarmas mengintensifkan pencarian korban meninggal dunia dengan menyisir reruntuhan rumah usai tsunami Selat Sunda. (Foto: Antara/Asep Fathulrahman)

KBR, Jakarta- Tim Palang Merah Indonesia (PMI) akhirnya berhasil mendistribusikan bantuang logistik ke Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kecamatan Sumur merupakan daerah terdampak tsunami terparah dibanding wilayah lain. Di wilayah ini terdapat 7 desa, di  mana Desa Ujungjaya menjadi lokasi tersulit dan terjauh di kecamatan itu. Desa ini terletak di paling ujung kecamatan, dan berdekatan dengan wilayah Ujung Kulon. 

Upaya distribusi bantuan berhasil dilakukan setelah pada Senin kemarin, tim gabungan dari berbagai lembaga, termasuk TNI/Polri membuka jalur menuju wilayah itu yang banyak ditutupi material sisa bencana tsunami. 

Juru bicara PMI Kabupaten Pandeglang, Aib Syarifudin mengatakan distribusi bantuan dilakukan dengan kendaraan pengangkut logistik. Distribusi disebar ke 7 desa yang ada di kecamatan tersebut. Desa itu adalah Desa Cigorondong, Kertajaya, Kertamukti, Sumberjaya, Tamanjaya, Tunggaljaya, dan Ujungjaya.  

"Untuk logistik kita sudah masuk ke (semua) Kecamatan sumur. Logistik sudah sampai dari kemarin, bantuan dari mana-mana sudah datang ke posko utama. di posko utama akan kita salurkan lagi dari assessment kita yang kemarin. Sampai Kelurahan Ujungjaya (Ujung kulon) itu sudah tersentuh logistik Alhamdulillah, kemarin sudah bisa dijangkau dan ketemu TNI-Polri yang juga sedang pencarian (korban). Pokoknya kita sudah sampai ke Ujung Kulon, Ujung Jaya itu," kata Aib saat dihubungi KBR, Selasa (25/12/2018).

Aib mengatakan PMI akan terus kembali membawa logistik ke seluruh desa di Kecamatan Sumur. Bantuan yang diberikan antara lain berupa makanan siap saji, air mineral, alat kebersihan serta obat-obatan.

"Suplai yang diberikan seperti makanan siap saji, makanan seperti mi instan, air mineral, pakaian layak pakai, dan alat-alat kebersihan," katanya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, G. Hasto menjelaskan, meski sudah berhasil ditembus tim penyelamat, namun TNI masih memerlukan alat berat untuk mengatasi kendala di lokasi bencana. 

"Secara umum, wilayah Sumur sudah tertembus. Dan Yon yang di lokasi sana, perlu dorongan alat berat untuk membantu clearing sehingga membantu evakuasi di sana. Target wilayah yaitu Desa Ujungjaya, yang di arah ke Ujung Kulon, kemarin sudah ditembus. Tetapi perlu pembersihan infrastruktur, dan perbaikan sedikit jalan sehingga bantuan bisa lancar masuk ke sana," ucap Hasto saat dihubungi KBR, Selasa, (25/12/2018).

Kata dia, saat ini ada 1.856 prajurit TNI dari tiga matra, yakni AD, AL, dan AU, yang dilibatkan dalam penanganan pasca-tsunami. Guna memaksimalkan pencarian, TNI juga mengerahkan anjing pelacak untuk mendeteksi keberadaan korban.

Baca juga:

Hingga hari keempat pascabencana, total sudah ada 429 korban meninggal, 1.484 luka-luka, 153 orang hilang, dan 16.802 mengungsi. Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, dari jumlah tersebut, Kabupaten Pandeglang merupakan daerah terdampak paling parah. 

Di Pandeglang tercatat 290 orang meninggal dunia, 1.143 luka-luka, 77 orang hilang, dan 14.390 orang mengungsi. Sementara untuk wilayah Lampung Selatan, tercatat 108 orang meninggal, 279 luka-luka, 9 hilang, dan 1.373 orang mengungsi.

"Daerah belum semua bisa dijangkau petugas, khususnya di Kecamatan Sumur. Banyak jalan rusak. Jembatan rusak karena terjangan tsunami. Material yang dibawa oleh tsunami. Kondisi normal pun jalan banyak yang rusak," ucap Sutopo di Gedung BNPB, Selasa, (25/12/2018).

Selain menimbulkan korban jiwa, tsunami di perairan Selat Sunda juga mengakibatkan kerugian materil. Meliputi 882 unit rumah, 73 penginapan hotel, 60 toko dan warung, 434 perahu dan kapal, 24 kendaraan roda empat, 41 roda dua, 1 dermaga, serta 1 shelter.

Sutopo mengatakan masa tanggap darurat di Kabupaten Pandeglang, Banten, ditetapkan selama 14 hari. Terhitung sejak 22 Desember sampai 4 Januari 2019. Sementara di Lampung Selatan masa tanggap darurat ditetapkan selama 7 hari, mulai dari 23 hingga 29 Desember 2018. 


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri