Share This

Penembakan Pekerja Trans Papua, Korban Segera Dievakuasi

“Silakan saja dicek apa benar itu TNI atau tidak. Kalau TNI membangun jalan, logikanya di mana?”

BERITA , NASIONAL

Kamis, 06 Des 2018 10:11 WIB

Author

Heru Haetami, Resky Novianto

Penembakan Pekerja Trans Papua, Korban Segera Dievakuasi

Anggota TNI dibantu warga mempersiapkan peti jenazah untuk korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua, Selasa (4/12/2018). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Jenazah korban penembakan di Nduga akan dievakuasi . Kepala Penerangan Kodam Cendrawasih, Muhammad Aidi, menyebut sejauh ini proses evakuasi berhasil menemukan sebanyak 15 jenazah di kawasan Puncak Tabo. Sebanyak satu orang ditemukan selamat dalam kondisi lemas di Pos Mbua, yakni Jimmi Aritonang atau JA.

Namun Aidi mengatakan  belum mengidentifikasi seluruh jenazah itu. Sehingga belum dapat memastikan keseluruhan jenazah itu merupakan karyawan PT Istaka Karya atau warga biasa.

“Sementara dua alternatif yang kita gunakan, apakah nanti akan dievakuasi ke arah Wamena dengan pertimbangan lebih dekat. Tetapi medan yang dilewati cukup berat karena harus melintasi sekian ketinggian Gunung Cartenz 4 ribu meter mdpl. Atau kita evakuasi ke arah Timika jarak lebih jauh tetapi medan lebih landai,” kata Aidi kepada KBR, Rabu (5/12).

Kodam mencatat, sebanyak 15 orang meninggal. Sementara 26 warga sipil lainnya selamat. Kini mereka berada di Distrik Mbua dan Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Baca: Penembakan Pekerja Trans Papua, Ini Pengakuan OPM

Aidi mengatakan selama proses evakuasi anggotanya diganggu tembakan oleh TPN-OPM dari seberang gunung. Serangan itu mengakibatkan seorang anggota Polri terluka dan seorang anggota TNI Serda Handoko tewas. 

Aidi juga menampik tudingan TPN-OPM yang mengklaim pembangunan proyek Trans Papua dikerjakan oleh para TNI. Sehingga atas dasar itu pula TPN-OPM melakukan penembakan kepada puluhan pekerja itu.

“Silakan saja dicek apa benar itu TNI atau tidak. Kalau TNI membangun jalan, logikanya di mana?” Ujar dia.

Kata dia, sesuai kesaksian korban yang selamat, atas nama Jimmi Aritonang, terdapat 50-an anggota TPN-OPM bersenjata yang melakukan aksi penembakan terhadap para pekerja.

Pencarian

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua meminta agar pemerintah daerah dan masyarakat membantu proses evakuasi serta pencarian pelaku penembakan di Nduga, Papua. Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua, Frits B Ramandey menyatakan, harus ada bantuan untuk  TNI-Polri agar bisa melakukan pencarian koban dan pelaku dengan cepat. 

Kata Frits, bantuan tersebut dibutuhkan agar dalam pencarian pelaku kelompok bersenjata, TNI-Polri tidak salah sasaran dalam mengidentifikasi pelaku dan memudahkan proses evakuasi korban.

“Tapi yang terpenting jangan biarkan TNI  dan Polri bekerja sendiri. Tapi bagaimana otoritas sipil di sana  DPR, bupati, tokoh adat, gereja, masyarakat sendiri harus bisa berpartisipasi memberikan informasi kepada mereka. Hanya dengan cara itu situasi bisa kondusif dalam waktu cepat dan korban-korban tersebut bisa ditemukan dan disemayamkan dengan baik,” kata Frits kepada KBR (5/12/18).

 Frits juga mendorong agar masyarakat di Nduga dapat diungsikan terlebih dahulu. Hal ini kata dia,   mengantisipasi adanya salah sasaran dalam pengejaran TNI-Polri maupun intimidasi dari kelompok bersenjata.  Dia mendorong agar masyarakat mendapatkan perlindungan dengan baik agar bisa menjalani aktivitasnya. D
 

Kepolisian bersama TNI telah  mengidentifikasi dan mengejar kelompok bersenjata yang diduga sebagai pelaku penembakan puluhan pekerja dari PT Istaka Karya (BUMN) yang melakukan pembangunan jembatan penguhubung Jalan Trans Papua, di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua, Senin (3/12/2018).

Juru bicara Polri, M Iqbal   menyesalkan aksi dari Kelompok Bersenjata Papua ini.

"Kita sangat menyesalkan aksi dari KKB   ini. Bayangkan ini adalah pekerja yang ingin membangun Papua. Membangun jalan, membangun proyek, menyejahterakan Papua. Kita tidak tahu motifnya apa dilakukan penembakan yang berakibat ada beberapa yang tewas. Jelas Polri di-back-up TNI akan melakukan upaya-upaya penegakan hukum, kita akan kejar. Ada beberapa yang sudah teridentifikasi di kelompok-kelompok mana," ucap Iqbal disela acara Hakordia 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2018).

Iqbal mengatakan, Polisi bersama TNI sedang melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

"Tugas prioritas adalah menyelamatkan korban yang masih hidup," katanya.

 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.