Menkeu: Publik Juga Harus Soroti Aset, Jangan Melulu Utang

Publik sekarang perhatiannya sangat berlebih senang tenaganya habis untuk memelototi utang. Padahal utang itu udah dipelototin oleh banyak orang

BERITA | NASIONAL

Senin, 17 Des 2018 19:58 WIB

Author

Astri Septiani

Menkeu: Publik Juga Harus Soroti Aset, Jangan Melulu Utang

Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar publik tidak hanya menyoroti utang negara, tapi juga menyoroti aset yang dimiliki oleh negara, karena aset negara bernilai besar, dan membantu ekonomi negara.

Sri Mulyani mengatakan, Kementerian Keuangan terus didorong untuk menyampaikan informasi terkait aset negara kepada masyarakat, karena hal tersebut sangatlah penting.

Baca: Soal Utang RI, Luhut Bantah Prabowo 

"Akuntabilitas seperti ini saya ingin terus menerus dikeluarkan, disampaikan ke publik. Publik sekarang perhatiannya sangat berlebih, senang tenaganya habis untuk memelototi utang. Padahal utang itu udah dipelototin oleh banyak orang. Justru harusnya publik itu lebih banyak melihat kepada aset," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Senin (17/12/2018).

Saat ini, kata Sri, pemerintah sering lupa atau belum pada kemampuan secara kultural untuk menyampaikan informasi soal aset-aset negara.

Sri Mulyani berharap, hal tersebut bisa dilakukan oleh pemerintah, karena aktivitas terkait aset sangat besar dan perlu disampaikan ke masyarakat.

Bahkan, Menkeu menginginkan kerja sama yang baik dengan swasta untuk mendorong peningkatan pengelolaan aset negara dan sektor properti.

"Keterlibatan swasta diharapkan bisa membantu pengelolaan aset negara dengan lebih baik, karena ini adalah salah satu bentuk yang mungkin perlu kita semua membantu memperbaiki kepastian hukum sehingga sektor properti akan bisa tumbuh sehat lebih sehat dan mampu menciptakan value dan dirasakan publik secara lebih adil," kata bekas pejabat di Bank Dunia ini.

Ia berharap, kerja sama pemerintah dan swasta ke depan akan berjalan dengan lebih produktif. 

Baca juga:

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Pemerintah Mesir Didesak Menginvestigasi Dugaan Pembunuhan dan Penyiksaan Oleh Aparat Keamanan

Perkembangan Kondisi Korban Bom Polrestabes Medan

Wacana Sertifikasi Wajib Bagi Calon Pengantin