KPK Larang Guru Berikan Les ke Murid di Sekolahnya, Mengapa?

"Kalau dia melakukan bimbingan belajar, harusnya memberikan bimbel kepada murid sekolah lain, yang dia tidak berwenang memberikan nilai. Nah, itu baru boleh dilakukan," kata Agus Rahardjo.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 11 Des 2018 19:17 WIB

Author

Muthia Kusuma

KPK Larang Guru Berikan Les ke Murid di Sekolahnya, Mengapa?

Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta Minggu (18/11/2018). (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)

KBR, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo melarang guru memberikan les kepada murid yang bersekolah di sekolah tempat guru itu mengajar. Menurut Agus Rahardjo, pelarangan tersebut guna menghindari konflik kepentingan.

Guru yang mendapat sesuatu dari murid les yang juga murid di sekolah tempat ia mengajar, kata Agus, dikhawatirkan mempengaruhi penilaian terhadap murid. Dengan pelarangan ini, ia juga berharap meningkatkan martabat guru.

"Seorang guru kemudian melakukan bimbingan belajar di rumahnya masing-masing misalnya. Padahal guru itu nanti di sekolahnya memberi nilai pada muridnya. Nah itu mestinya tidak boleh dilakukan, memberikan bimbingan belajar itu. Kalau bimbel nya kemudian menerima sesuatu, kalau dia melakukan bimbel harusnya memberikan bimbel kepada murid yang di sekolah lain, yang dia tidak berwenang memberikan nilai. Nah, itu baru boleh dilakukan," ucap Agus, di hotel kawasan Gatot Subroto, Jakarta, (11/12/2018).

Ketua KPK itu juga menyoroti lingkungan pendidikan yang rawan terjadi penyuapan. Misalnya, kata Agus, alih-alih enggan dipindahtugaskan ke wilayah lain, guru itu menyuap. Padahal, permasalahan pendidikan di Indonesia salah satunya ialah distribusi guru yang tidak merata.

Oleh karena itu, Agus Rahardjo, mendorong terlaksananya manajemen pendidikan berbasis sekolah. Pemerintah pusat perlu membuat norma pengangkatan guru, lalu mengawasi rekrutmen yang dilakukan pihak sekolah. KPK juga mendorong perubahan tata kelola yang mendasar dari pihak sekolah, dinas pendidikan, serta masyarakat.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tak Berpihak Pada Nelayan, Pemerintah Didesak Revisi Perda Zonasi Wilayah Pesisir