Jokowi Minta Anak Muda Bantu Pasarkan Gorengan dan Nasi Uduk secara Daring

"Yang muda-muda ini harus berani membangunkan brand untuk mereka, yang simpel, yang gampang diingat."

BERITA , NASIONAL

Jumat, 07 Des 2018 13:26 WIB

Author

Dian Kurniati

Jokowi Minta Anak Muda Bantu  Pasarkan Gorengan dan Nasi Uduk secara Daring

Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Digital Startup Connect 2018 di Jakarta, Jumat (7/12/18). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta anak muda yang memiliki usaha rintisan (start up) agar  ikut memikirkan pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), seperti pedagang gorengan dan nasi uduk. Jokowi mengatakan, anak muda bisa membantu usaha-usaha tersebut agar bisa memasarkan produknya lebih luas secara daring.

Jokowi mengatakan, pemerintah tak sanggup membantu semua UKM di Indonesia, yang diperkirakan mencapai 62 juta.

"Yang muda-muda ini harus berani membangunkan brand untuk mereka, yang simpel, yang gampang diingat. Kalau masalah produknya itu yang di rumah tangga, usaha usaha kecil usaha mikro itu sudah bagus, tinggal disentuh sedikit-sedikit. Tapi siapa yang menyentuh mereka, pemerintah tidak  mungkin, tidak punya kemampuan untuk itu. Ini harus orang-orang yang memiliki jiwa entrepreneurship, yang memiliki pengetahuan bagaimana membangun brand," kata Jokowi di Balai Kartini Jakarta, Jumat (07/12/2018).

Jokowi menilai, anak muda memiliki kemampuan untuk membagi pengetahuannya tentang cara membangun brand dan menambah nilai produk UKM agar lebih mampu bersaing. Ia juga menyebut niat membantu UKM tersebut bisa mendatangkan pahala besar untuk para anak muda, lantaran juga meningkatkan taraf hidup usaha rumah tangga.

Jokowi berujar, membangun brand UKM adalah pekerjaan besar, yang tak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Ia berkata, potensi produk yang bisa dipasarkan secara online juga sangat besar, mulai kerajinan tangan hingga produk pertanian.

Jokowi berkata, ekonomi digital bahkan berkontribusi 7,3 persen pada PDB 2017. Padahal, ekonomi hanya tumbuh 5,1 persen. Adapun di sepanjang tahun ini, kontribusi ekonomi digital diproyeksikan mencapai 8,5 persen terhadap PDB.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.