Share This

Jokowi: Tangkap Penembak di Nduga!

Saya juga telah memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab tersebut

BERITA , NASIONAL

Rabu, 05 Des 2018 13:41 WIB

Author

Heru Haetami, Dian Kurniati

Jokowi: Tangkap Penembak di Nduga!

Ilustrasi

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo, meminta Kapolri, Tito Karnavian dan Panglima TNI, Hadi Tjahjanto segera menangkap semua penembak pekerja proyek pembangunan jalan Trans Papua ruas Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Presiden juga menyampaikan duka cita kepada keluarga pekerja yang tewas dalam insiden penembakan tersebut. Ia menyebut para korban adalah pahlawan pembangunan Transpapua.

"Saya atas nama rakyat, bangsa, dan negara menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Saya juga telah memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab tersebut," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (05/12/2018).

Jokowi juga memerintahkan penguatan penjagaan di berbagai lokasi proyek infrastruktur di wilayah Nduga dan sekitarnya.  Menurutnya, lokasi tersebut termasuk dalam zona merah, karena tingkat kerawanan kejahatannya masih tinggi.

Panglima TNI, Hadi Tjahjanto dan Wakapolri Ari Dono Sukmanto juga telah berada di Papua, untuk memimpin penangkapan pelaku penembakan.

Baca:

Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) Fadli Zon, menilai peristiwa penembakan 31 pekerja proyek di Nduga, Papua merupakan kegagalan pemerintah dalam menjaga keamanan.

"Terjadinya insiden peristiwa penembakan 31 orang di Papua ini sebenarnya menunjukkan bahwa pemerintah telah gagal mengatasi keamanan di Papua, terkait dengan gerakan separatis Papua atau mereka juga melakukan tindakan-tindakan teror," kata Fadli Zon, saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Rabu (05/12/2018).

Fadli juga meminta pemerintah mengevaluasi sistem pengamanan di Papua, karena kelompok bersenjata di Papua masih ada dan beraksi di berbagai tempat.

Beberapa daerah yang dikuasai oleh kelompok bersenjatan Papua itu, lanjut Fadli, harusnya juga melibatkan TNI. Karena, katanya, menyangkut masalah ancaman terhadap kedaulatan negara dan juga ancaman terhadap keselamatan bangsa.

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.