Ungkap Motif Penganiayaan Anak di Sabu Raijua, Polisi Kembali Periksa Sejumlah Saksi

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus penganiayaan tujuh siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Sabu Raijua dan mengungkap motif pelaku.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 17 Des 2016 20:48 WIB

Author

Yudi Rachman

Ungkap Motif Penganiayaan Anak di Sabu Raijua, Polisi Kembali Periksa Sejumlah Saksi

Ilustrasi.


KBR, Jakarta - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus penganiayaan tujuh siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Sabu Raijua dan mengungkap motif pelaku. Juru Bicara NTT Jules Abraham Abast tak memerinci jumlah total saksi yang telah dimintai keterangan. Hanya saja kata dia, saksi itu terdiri dari sejumlah unsur di antaranya tetangga pelaku, guru dan pengelola sekolah yang langsung menyaksikan insiden tersebut.

"Untuk penanganan kasusnya untuk pelaku yang meninggal dunia tetap dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Saat ini kami sudah memeriksa beberapa saksi terkait baik dari pihak sekolah maupun dari pihak masyarakat yang ada di lingkungan tempat tinggalnya," jelas Juru bicara Polda NTT Jules Abraham Abast kepada KBR, Sabtu (17/12/2016).

Sekitar 200 personil gabungan dari kepolisian dan TNI, menurut Juru Bicara Polda NTT Jules Abraham Abast masih bersiaga di daerah tersebut untuk menjamin keamanan warga. Pasukan diminta bertahan hingga situasi dipastikan betul-betul kondusif.

Baca:

Sementara terkait kasus perusakan dan amuk massa yang mengakibatkan pelaku penganiayaan tewas, polisi belum melakukan upaya hukum. Kata Jules, pihaknya masih fokus terhadap proses hukum penganiayaan anak-anak. Sebab untuk mendalami kasus perusakan kantor polisi, pihaknya masih harus menunggu kondisi masyarakat hingga stabil.

"Kami belum mengarah ke sana, kami fokus pada pemulihan keamanan dulu sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali tidak menjurus kepada SARA sehingga masyarakat tenang di Sabu Raijua maupun NTT. Kami masih memeriksa saksi korban-korban penganiayaan yang dilakukan dan motif dari pelaku penganiayaan." (ika)

Baca:

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ngobrol Serius, Tapi Santai: Tips Hadapi Hoax dan Hate Speech

Podcast Kita: Kekerasan terhadap Perempuan

Smara on 7 Podcast

Podokasi: Podcast Edukasi

Kabar Baru Jam 7