Bagikan:

Tolak Semen, Petani 'Tirakat' ke Makam Ki Ageng Pandanaran

Gunretno mengatakan aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengan tetap akan kembali digelar hingga Gubernur Ganjar Pranowo mencabut izin lingkungan pabrik dan menutup pabrik semen.

BERITA | NASIONAL

Senin, 26 Des 2016 13:00 WIB

Tolak Semen, Petani 'Tirakat' ke Makam Ki Ageng Pandanaran

Warga Rembang yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) menggelar aksi di Semarang, Jawa Tengah, Senin (19/12/2016). Mereka menuntut Gubernur Jawa Tengah mencabut izin


KBR, Jakarta - Puluhan petani dari kawasan Pegunungan Kendeng, di Jawa Tengah melakukan aksi ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran, bupati pertama Semarang, Jawa Tengah.

Untuk sementara aksi tolak pabrik semen di depan kantor Gubernur Jawa Tengah dihentikan sementara. Mereka menolak berdirinya pabrik semen PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Gunretno mengatakan aksi ziarah itu dilakukan dalam rangka membela Ibu bumi.

"Dulur-dulur masih di Semarang, karena hari ini libur semua, karena berkaitan juga perayaan Natal. Kami menghormati itu. Pada akhirnya dulur-dulur lebih melakukan aksi berziarah ke makam-makam di wilayah yang menjadi cikal bakal Semarang. Ini baru di (makam) Ki Ageng Pandanaran. Sebagai cikal bakal sejarah Semarang, dulur-dulur ini melakukan aksi tirakat persoalan Kendeng, persoalan membela ibu bumi, dalam rangka lebih menyatukan rasa terhadap ibu bumi yang di Semarang," kata Gunretno kepada KBR, Senin (26/12/2016).

Baca juga:


Gunretno yang juga tokoh masyarakat Sedulur Sikep asal Pati itu mengatakan aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengan tetap akan kembali digelar hingga Gubernur Ganjar Pranowo mencabut izin lingkungan pabrik dan menutup pabrik semen.

"Masyarakat harus tetap tirikat agar putusan itu tetap dijalankan. Konsekuensinya adalah bagi warga Kendeng, cabut izin ya pabriknya berhenti. Bukan cabut izin malah keluar izin baru," pungkas Gunretno.

JMPPK melakukan aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah sejak Senin (19/12/2016) untuk mengawal keputusan Peninjaun Kembali (PK) Mahkama Agung. Mereka mendirikan tenda selama menjalankan aksi.

Aksi itu kemudian diakhiri pukul 17.00 WIB sore hasil kesepakatan dengan polisi. Usai aksi, tiap petang mereka bermalam di Pondok Pesantren Soko Tunggal pimpinan Gus Nuril Arifin, Semarang, Jawa Tengah.

Di satu sisi pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang Jawa Tengah ditolak sebagian warga. Di sisi lain, pembangunan pabrik semen itu juga mendapat dukungan warga lainnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Problematika Bantuan Sosial BBM

Most Popular / Trending