Tanggapan Resmi Yayasan IHR soal Bantuan ke Aleppo

"Ini adalah tuduhan serius," begitu rilis IHR yang sama sekali tidak mencantumkan nama pengurus.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 27 Des 2016 09:38 WIB

Author

Agus Lukman

Tanggapan Resmi Yayasan IHR soal Bantuan ke Aleppo

Bantuan bertulisan IHR di gudang milisi bersenjata Jaysul Islam di Aleppo, Suriah. (Foto: Youtube/Euronews)

KBR, Jakarta - Yayasan Bantuan Kemanusiaan Indonesia (Indonesian Humanitarian Relief Foundation) menuding ada pihak-pihak tertentu yang berusaha memfitnah lembaga itu untuk memecah belah umat Islam di Indonesia.

Dalam rilis yang dimuat di situs www.ihr.foundation, yayasan yang diketuai Koordinator Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir itu mengeluarkan klarifikasi atas beredarnya informasi yang 'menyerang' IHR.

Informasi itu mengenai bantuan kemanusiaan yang dikirimkan IHR ke Aleppo, Suriah ternyata tersimpan di gudang milik kelompok milisi sipil anti-Assad yaitu Jaysul Islam di Suriah. Itu terungkap dalam pemberitaan media asal Prancis, Euronews dan beredar di Youtube dan menjadi viral di media sosial.



Sebelumnya, pada Senin (26/12/2016), KBR menghubungi nomor telepon yang tercantum di situs IHR Foundation untuk mengklarifikasi informasi itu. Namun pihak IHR tidak mau berkomentar dan meminta KBR menunggu rilis resmi.

Baca: Bantuan ke Aleppo Tersimpan di Gudang Pemberontak, IHR Enggan Berkomentar

Dalam rilis yang dikeluarkan beberapa jam kemudian, IHR menyebut ada pihak yang berupaya memfitnah bahwa IHR tidak menyalurkan bantuan ke rakyat Aleppo.

"Ini adalah tuduhan serius," begitu rilis IHR yang sama sekali tidak mencantumkan nama pengurus.

"Jika pihak-pihak penebar fitnah menghentikan tuduhannya setelah pernyataan resmi kami ini, maka kami akan ambil langkah hukum terhadap para penebar fitnah tersebut," tulis IHR dalam rilisnya.

IHR yang didirikan 17 Mei 2016 itu menduga kelompok pemfitnah adalah jejaring gerakan pro rezim Bashar al-Assad di Indonesia.

"Dengan membawa-bawa nama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), kelompok pemfitnah–--yang diduga jejaring gerakan Pro Rezim Bashar al Assad di Indonesia ini–--ingin berusaha melakukan usaha memecah ukhuwah umat Islam yang saat ini sedang solid," tulis IHR.

IHR menuding pihak-pihak yang memfitnahnya hanya menggunakan potongan berita tanpa melihat informasi secara utuh. "Padahal bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Suriah kami lakukan dengan bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan yang sangat kredibel di Turki, yakni İnsan Hak ve Hürriyetleri İnsani Yardım Vakfı atau dikenal dengan nama IHH," tulis IHR.

Menurut IHR, IHH Turki adalah organisasi lembaga kemanusiaan internasional yang telah diakui oleh PBB.

Baca juga:


Kontroversi IHH Turki?

Pada 2012, seorang komandan Free Syrian Army (FSA) dalam wawancara dengan The Times menyebut sebuah kapal yang bersandar di Turki dan bermuatan senjata terdaftar atas nama anggota IHH Turki, dimana IHH memiliki kaitan dengan kelompok Ikhwanul Muslim.

Media The Syria Times pada Agustus 2013 memberitakan lembaga IHH Turki merekrut ratusan warga Albania dan setelah dilatih militer kemudian dikirim ke Suriah untuk bergabung dengan Free Syrian Army (FSA) untuk turut bagian dalam perang melawan pemerintahan rezim Assad.

Sementara itu pada awal 2014, Aljazeera memberitakan Detasemen Antiteror Kepolisian Turki menggerebek kantor IHH di perbatasan Turki dan Suriah di Kota Kilis dan menangkap satu orang. Penggerebekan itu terkait dengan peristiwa sebelumnya, dimana pasukan keamanan Turki mencegat truk penuh bermuatan persenjataan di perbatasan dengan Suriah. Sopir truk itu mengaku mengirim bantuan atas nama IHH Turki. Namun pihak IHH membantah tuduhan itu.  

Koran Hurriyet di Turki memberitakan sejak Juni 2013-Januari 2014, Turki sudah menyalurkan sekitar 47 ton senjata ke milisi sipil di Suriah. Penyaluran senjata itu terus berjalan di masa pemerintahan Erdogan, dengan menggunakan dalih penyaluran bantuan kemanusiaan untuk menutupi penyelundupan senjata itu. Namun Menteri Pertahanan Turki Ismet Yilmaz membatah ada pengiriman senjata untuk perang di Suriah, melainkan yang dikirim adalah senjata berburu.

Pada Maret 2016, Duta Besar Rusia di PBB Vitaly Churkin mengirim surat ke Dewan Keamanan PBB. Media Jerman Deutsche-Welle memberitakan, surat itu berisi informasi ada tiga LSM di Turki yang mengim persenjataan ke kelompok bersenjata di Turki. Tiga LSM itu adalah Besar Foundation, Iyilikder Foundation, dan IHH.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18