Petani Teluk Jambe : Pemkab Hentikan Suplai Makanan ke Pengungsian

Warga korban sengketa lahan Teluk Jambe, Karawang kekurangan makanan di pengungsian sejak lima hari yang lalu.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 31 Des 2016 22:07 WIB

Author

Ninik Yuniati

Petani Teluk Jambe : Pemkab Hentikan Suplai Makanan ke Pengungsian

Petani Telukjambe Barat, Karawang saat mengungsi di kantor LBH Jakarta. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta - Warga korban sengketa lahan Teluk Jambe, Karawang kekurangan makanan di pengungsian sejak lima hari yang lalu, Selasa (27/12/2016).

Ketua Serikat Tani Telukjambe Barat Bersatu (STTB) Maman Nuryaman mengatakan, Pemkab Karawang telah menghentikan suplai makanan dan air bersih ke penampungan sementara yang berlokasi di Rusunawa Adiarsa. Padahal, kata dia, jaminan makanan dan air bersih telah dijanjikan Pemkab dalam pertemuan pertengahan November lalu.

"Bukan kurang lagi, dari tanggal 27 distop tidak ada makanan sampai pengurus petani sampai pontang-panting nyari makan sendiri," kata Maman kepada KBR, Sabtu (31/12/2016).

"Di notulensi rapat, sudah jelas sebelum konfliknya diselesaikan oleh Pemkab, bahwa makan, sekolah, anak-anak, semua dijamin oleh pemerintah, ternyata kayak sekarang distop," lanjutnya.

Maman Nuryaman menambahkan, hingga saat ini belum tampak itikad baik dari Pemkab untuk menyelesaikan sengketa lahan. Kata dia, tim penyelesaian yang dijanjikan bakal dibentuk pun hingga kini urung terealisir.

Baca:

"Dulu itu bilangnya secepatnya, tapi sampai sekarang Bupati jangankan menurunkan, menjenguk ke masyarakat, enggak. (Pertemuannya) tanggal 14 November lalu, ini kan 1,5 bulan berarti, belum ada kejelasan sampai sekarang," tutur Petani Telukjambe Barat itu.

Maman berencana mendatangi Bupati Karawang selepas tahun baru untuk menagih komitmen dan janji penyelesaian.

"(Masyarakat) butuh penyelesaian, bukan dikasih makan, bukan bangga. Kalau memang pemda tidak mampu, ya kembalikan ke lahan masing-masing, karena masih ada rumahnya," tegasnya. (ika)

Baca:

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum

Tantangan Dalam Reintegrasi Eks-Napiter dan Orang Yang Terpapar Paham Radikalisme

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14