OJK: Hingga November, Realisasi KUR Capai Rp 87 Triliun

Penyaluran KUR tahun ini masih didominasi sektor perdagangan, sedangkan sektor produktif masih tipis

BERITA | NASIONAL

Jumat, 30 Des 2016 14:38 WIB

Author

Dian Kurniati

OJK: Hingga November, Realisasi KUR Capai Rp 87 Triliun

Ketua OJK, Muliaman Hadad. Foto ANTARA


KBR, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga November 2016 sebesar Rp 87,7 triliun. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad mengatakan, realisasi itu setara dengan 80,3 persen dari target Rp 109,21 triliun. Penyaluran KUR tahun ini masih didominasi sektor perdagangan, sedangkan sektor produktif masih tipis.

"Dengan variasi yang begitu banyak, saya kira potensinya akan membesar dan ini akan didorong dengan berbagai macam cara. Pertama, tentu saja di bidang fleksibilitas terkait KUR dan kemudian sindikasi-sindikasi yang didorong untuk pembiayaan-pembiayaan yang lebih besar," kata Muliaman di kantornya, Jumat (30/12/16).

Meski realisasi penyalurannya masih rendah, menurut Muliaman, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) KUR masih di tingkat 0,3 persen. Kini pemerintah tengah mengkaji penyaluran KUR yang lebih terkonsetrasi ke sektor-sektor produktif, seperti perikanan, pertanian dan perkebunan. "Kemudian kita akan coba penetrasi kredit terutama tertuju untuk sektor produktif. Semata-mata tidak perdagangan saja, tetapi sektor produktif lainnya," ujarnya.

Baca:

Muliaman menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan mendorong pelbagai skema untuk penyaluran KUR ke sektor produktif. Pasalnya skema penyaluran KUR yang tepat akan menumbuhkan kepercayaan perbankan atau lembaga pembiayaan memberikan kredit untuk pelaku usaha di sektor produktif, seperti petani yang kesulitan mendapatkan KUR karena tak memiliki sawah sendiri. (dmr)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18