Migrant Care: Majikan Penyiksa Suyanti Bergelar Datuk di Malaysia

TKW 19 tahun itu babak belur disiksa majikannya.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 27 Des 2016 19:18 WIB

Author

Ade Irmansyah

Migrant Care: Majikan Penyiksa Suyanti Bergelar Datuk di Malaysia

Ilustrasi (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- LSM pendamping buruh migran Migrant Care mendesak pemerintah Malaysia menindak tegas pelaku penyiksaan terhadap tenaga kerja wanita (TKW) bernama Suyanti yang baru berusia 19 tahun. Aktivis advokasi buruh migran Migrant Care di Malaysia, Alex Ong mengatakan, ada kemungkinan kasus ini ditutup mengingat pelaku merupakan bangsawan bergelar datuk di negeri Jiran tersebut. Kata dia, pihaknya bakal mengawal proses hukum kasus tersebut yang saat ini sudah ditangani oleh Kejaksaan Malaysia.

"Mau tidak mau kita mendesak supaya orang yang salah itu perlu dihukum melalui hukum yang berlaku di Malaysia gitu. Jadi kadang-kadang orang yang bergelar datuk, apalagi yang pernah menjadi pejabat, tetapi sekarang kita lagi tunggu informasi soal latarbelakang apa yang menjadikan pelaku mendapatkan gelar datuk. Apakah beliau ini pernah menjadi pejabat di Malaysia atau pun pengusaha, atau kelompok darah biru. Karena kadang-kadang orang yang seperti ini kalau terlibat cukup sensitif," ujarnya kepada KBR saat dihubungi, Selasa (27/12/2016).

Selain itu kata dia, Malaysia harus mencabut hak pelaku untuk tidak bisa kembali menerima tenaga kerja dari manapun untuk dipekerjakan. Kata dia, tidak boleh ada perlakuan yang berbeda dari penegak hukum di Malaysia meski korban merupakan tenaga kerja ilegal.

Dia juga meminta KBRI untuk terus memantau perkembangan kasus ini agar tidak dihentikan. Selain itu, jaminan keselamatan korban dan penyembuhan luka fisik dan psikologis harus dilakukan mengingat korban bisa menjadi saksi dalam perkara tersebut.

Suyanti ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah selokan di Jalan PJU 3/10 Mutiara Damansara, Malaysia. Dia lalu dibawa ke rumah sakit dengan kondisi luka disekujur tubuhnya dan lebam kedua matanya karena disiksa. Kini perempuan asal Sumatera Utara itu berada di tempat penampungan KBRI.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

10 Anak Tersangka Kerusuhan 22 Mei Layak Mendapat Diversi

Kabar Baru Jam 7

News Beat