Menhub: Reklamasi Singapura Tak Pengaruhi Garis Batas Wilayah Laut

Pada kesempatan itu, Menteri Budi menegaskan penetapan garis batas laut wilayah ini tidak dipengaruhi reklamasi yang dilakukan Singapura.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 15 Des 2016 16:21 WIB

Author

Ria Apriyani

Menhub: Reklamasi Singapura Tak Pengaruhi Garis Batas Wilayah Laut

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - DPR meratifikasi perjanjian garis batas laut wilayah Indonesia dan Singapura.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ratifikasi perjanjian ini memberi kekuatan hukum bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menjaga kedaulatan wilayah.

Pada kesempatan itu, Menteri Budi menegaskan penetapan garis batas laut wilayah ini tidak dipengaruhi reklamasi yang dilakukan Singapura.

"Penarikan garis batas Indonesia bertolak pada garis-garis batas kepulauan Indonesia. Di sisi Singapura, dari original coast line yang tidak dipengaruhi oleh reklamasi yang dilakukan Singapura. Kami kembali menegaskan bahwa tindakan reklamasi yang dilakukan Singapura tidak mempengaruhi garis batas," ujar Budi Karya di DPR, Kamis(15/12).

Baca: Indonesia-Singapura Sepakati Batas Laut Kedua Negara   

Ratifikasi perjanjian ini juga memberi kepastian hukum bagi kegiatan ekonomi di kawasan itu, khususnya di bidang pelayaran dan pelabuhan.

Budi mengatakan ratifikasi ini sudah melalui serangkaian proses rapat dengar pendapat dan kunjungan kerja ke Kepulauan Riau.

Dengan disahkannya perjanjian antara kedua negara itu, pemerintah lebih mantap dalam melakukan pengawasan, pengamanan, dan penegakan hukum kelautan.

Pemerintah berharap pengesahan perjanjian ini akan mendorong penyelesaian batas maritim dengan negara lain yang masih dalam proses pembahasan.

Menteri Budi mengatakan Indonesia membutuhkan kepastian hukum untuk mengelola potensi-potensi maritimnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak