Menhub: Maskapai Jangan Naikkan Harga Seenaknya

Kemenhub menerima keluhan dari masyarakat terkait mahalnya harga tiket pesawat.

BERITA , NASIONAL

Minggu, 25 Des 2016 19:11 WIB

Author

Ade Irmansyah

Menhub: Maskapai Jangan Naikkan Harga Seenaknya

Menhub Budi Karya Sumadi (kanan) di dampingi Bupati Morowali, Anwar Hafid (kedua kanan) melakukan kunjungan ke Bandar Udara Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (20/12). Foto: Antara

KBR, Jakarta- Kementerian Perhubungan mendesak perusahaan maskapai penerbangan untuk tidak seenaknya menaikkan harga tiket pesawat pada liburan Natal dan Tahun Baru 2017. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya menerima keluhan dari masyarakat terkait mahalnya harga tiket pesawat.

"Berkaitan dengan dua pesan saya tadi ada yang komplain dengan harga tiket dan khususnya di Jakarta dan oleh karena itu kita koordinasi dari operator pesawat jangan sewenang-sewenang menaikkan harga tiket yang tinggi karena masyarakat itu kemampuannya terbatas. Dan kenaikan tarif itu baru indikasi dan di cek di beberapa bandara itu tarif masih dalam batas normal," ujarnya di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Minggu (25/12).

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sudah meminta Dirjen Perhubungan Udara untuk menambah jumlah penerbangan untuk libur Natal dan Baru. Dengan demikian, tidak ada alasan maskapai menaikkan harga tiket.

"Selain itu kita mengimbau kita minta slot yang baru di air line sehingga ada penambahan slot dari berbagai jurusan sehingga slot itu akan berkaitan," ucapnya.

Budi juga telah meminta kepada seluruh pengelola bandara, stasiun, pelabuhan dan terminal untuk berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk mengantisipasi ancaman teror.

"Berkaitan dengan keamanan kita tahu bahwa beberapa hari lalu terjadi penemuan bom dan sebagai tempat yang aman dan kita konservatif agar bandara dan pelabuhan melakukan koordinasi dengan steakholder TNI dan Polri. Dan kita minta selain pengamanan terbuka dan pengamanan tertutup juga mendeteksi bagi keinginan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," tambahnya.


Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

TNI Disusupi Radikalisme

News Beat

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20