KLHS Pegunungan Kendeng Ditargetkan Rampung April 2017

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) masih terus mengumpulkan data untuk merampungkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 03 Des 2016 23:36 WIB

Author

Ninik Yuniati

KLHS Pegunungan Kendeng Ditargetkan Rampung April 2017

Ilustrasi: Proyek pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah. (Foto: rembangkab.go.id)


KBR, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) masih terus mengumpulkan data untuk merampungkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. Proses ini menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo yang memerintahkan sejumlah kementerian (kementerian lingkungan hidup, ESDM, Kemendagri), dan pemerintah daerah di bawah pimpinan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menyusun kajian agar bisa dijadikan rujukan terkait izin pembangunan pabrik semen di kawasan tersebut.

Dirjen Planologi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan San Afri Awang berharap KLHS Pegunungan Kendeng itu rampung April tahun depan. Kata dia, target ini lebih cepat dari perkiraan awal yang mencapai satu tahun. Kajian mencakup rencana pembangunan di lima kabupaten di Jawa Tengah, yakni Rembang, Pati, Kudus, Grobogan dan Blora, serta tiga kabupaten di Jawa Timur, yakni Tuban, Bojonegoro dan Lamongan.

"Kami sudah bekerja terus ini, hampir tiap minggu kami rapat, sudah ke Semarang juga, ini kan kami juga keterbatasan anggaran, kami teruskan di 2017. Target saya paling cepat April. Memang jadwal kami setahun, kalau April kan baru 6 bulan, makanya saya kejar," kata San Afri Awang kepada KBR, Sabtu (3/12/2016).

Baca: Kawal Putusan MA, Warga Gelar Long March Rembang-Semarang

San Afri Awang menambahkan, wilayah Rembang lokasi PT Semen Indonesia membangun pabrik, hanya salah satu dari sekian wilayah yang dikaji dalam KLHS.

Sementara terkait kelanjutan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia pasca-putusan MA, ia mengaku belum memiliki rekomendasi apapun. Kata dia, permasalahan ini cukup rumit mengingat pembangunan pabrik semen sudah hampir selesai.

"Pembangunannya itu 97 persen, perintahnya berhenti, tidak melakukan kegiatan, sebelum ada penjelasan dan penyelesaian, masalahnya mereka sudah 97 persen pekerjaan itu. Dan itu dibilang berhenti atau enggak, sama aja udah selesai 97 persen," ujar dia. (ika)

Baca: Pembangunan Pabrik Semen PT SI Capai 99 Persen

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR

Kabar Baru Jam 8

Soal Kerumunan, Kegiatan Ibadah dan Ancaman Virus Covid-19 Varian Baru

Jihad itu Sebenarnya Apa Sih?