Gempa Pidie Jaya, Pemkab Percepat Verifikasi Data Rumah Rusak

"Supaya ini benar-benar, kalau memang rumahnya rusak ya rusak, kalau rumahnya ambruk ya benar-benar kita sampaikan rumahnya ambruk,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 15 Des 2016 22:14 WIB

Author

Rio Tuasikal

Gempa Pidie Jaya, Pemkab Percepat Verifikasi Data Rumah Rusak

Pembersihan puing akibat gempa di Pidie Jaya. (Foto: Antara)


KBR, Pidie Jaya- Pemerintah kabupaten Pidie Jaya mempercepat verifikasi data rumah yang rusak akibat gempa di wilayahnya. Hal ini dinyatakan usai Presiden Joko Widodo menginstruksikan percepatan bantuan dana renovasi rumah kepada warga.

Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi, menyatakan timnya bekerja dengan cepat di lapangan. Namun kata dia jumlahnya rumah yang diverifikasi sangat banyak.

"Kita membuat data yang benar. Kita cek ke lapangan dengan berbagai upaya," terangnya kepada KBR, Kamis (15/12).

"Supaya ini benar-benar, kalau memang rumahnya rusak ya rusak, kalau rumahnya ambruk ya benar-benar kita sampaikan rumahnya ambruk," tambahnya.

Data posko utama per 12 Desember 2016 pukul 15.00 WIB, Pidie Jaya tercatat memiliki rumah rusak berat sebanyak 2.874 unit dan rusak ringan 8.582 unit. Data ini masih perlu diverifikasi baik pemilik dan alamatnya.

Pemda Pidie Jaya telah menerbitkan SK assesment tahap 1 yang memuat verifikasi data 273 rumah rusak. Angka itu terdiri atas 131 rumah rusak berat dan 142 rumah rusak sedang. Data ini sudah masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Aceh.

Berdasarkan instruksi Jokowi, rumah kategori rusak berat akan mendapatkan 40 juta rupiah, dan rusak sedang mendapatkan 20 juta Rupiah.

Dalam kunjungan ke Aceh Kamis ini, Presiden Joko Widodo memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pencairan dana bantuan untuk korban gempa di Aceh. Jokowi juga menyinggung rencana menyalurkan bantuan keuangan dalam bentuk tabungan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka