Distribusi Logistik Tak Merata ke Korban Banjir Bima

"Pelayanan kebutuhan mulai dimaksimalkan mulai hari ini (Senin), dengan mengerahkan tenaga dari TNI, Polri, dan juga relawan" kata Sutopo.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 26 Des 2016 11:45 WIB

Author

Bambang Hari

Distribusi Logistik Tak Merata ke Korban Banjir Bima

Jembatan Kodo merupakan satu-satunya penghubung antara Kota Bima dengan pelabuhan Sape, Minggu (25/12/2016). Jembatan ambruk pasca bencana banjir. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklaim pasokan bantuan bagi pengungsi korban banji di Bima, Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya mencukupi. Namun BNPB mengakui distribusi tidak bisa merata karena keterbatasan sarana.

BNPB saat ini berupaya memaksimalkan pelayanan bantuan terhadap warga yang menjadi korban banjir di Kota Bima. Selain itu, BNPB juga telah mengalokasikan bantuan logistik sebesar 3,4 miliar.

Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, keputusan untuk mempercepat distribusi logistik diambil dalam rapat pascabencana yang dipimpin Ketua BNPB Willem Rampangilei. Dalam rapat itu ditemukan kendala distribusi bantuan tidak bisa merata.

"Bantuan logistik cukup tersedia. Hanya saja distribusinya belum merata karena keterbatasan sarana. Hasil rapat semalam, pelayanan kebutuhan mulai dimaksimalkan mulai hari ini (Senin), dengan mengerahkan tenaga dari TNI, Polri, dan juga relawan. Hari ini BNPB juga mengerahkan satu helikopter untuk membantu distribusi makanan, terutama di daerah yang cukup sulit dijangkau. Sebab akibat banjir ada sejumlah jembatan yang putus," kata Sutopo lewat sambungan telepon, Senin (26/12/2016).

Sutopo menambahkan, hal lain yang harus dilakukan adalah mendata peralatan pembersihan jalan, dan rumah warga. Kebersihan umum, perbaikan sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas peribadatan juga harus diperhatikan.

Wali Kota Bima, M Qurais H Abidin mengatakan logistik yang dikirimkan pemerintah kota dan bantuan dari donatur terus berdatangan. Di antaranya bahan pokok beras, mie instan, dan air minum kemasan.

Dampak banjir

Kota Bima di NTB dua kali diterjang banjir besar, pada Rabu (21/12/2016) dan Jumat (23/12/2016). Banjir besar itu menyebabkan ribuan unit rumah terendam air hingga ketinggian bervariasi, bahkan ada yang setinggi tiga meter.

Baca juga:

  1. Lagi, Bima Dihantam Banjir Bandang   
  2. Banjir, Gubernur NTB Tetapkan Tanggap Darurat Bencana di Bima         


Sabtu (24/12/2016) lalu, ada lebih dari 100 ribu jiwa terdampak banjir di 33 kelurahan di lima kecamatan. Hampir semua mereka mengungsi. Pengungsi terbanyak berasal dari Kecamatan Rasanae Barat (enam kelurahan) sebanyak Rp32 ribu jiwa, Kecamatan Mpuda (9 kelurahan) sebanyak 29 ribu jiwa, Kecamatan Raba (10 kelurahan) sebanyak 19 ribu jiwa dan Kecamatan Asakota (empat kelurahan) dengan pengungsi mencapai 12 ribu jiwa mengungsi.

Selain merendam rumah, banjir di Kota Bima juga merusak sekitar empat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), 29 Puskesmas pembantu, hingga 29 Polindes.

Ketua BNPB Willem Rampangile agar Tim Reaksi Cepat BNPB yang sudah ada di Kota Bima segera menghitung kebutuhan logistik dan peralatan di sini.

"Jangan sampai ada masyarakat yang kekurangan dan tidak mendapat bantuan," kata Willem.

Baca: Banjir Bandang, Listrik dan Jaringan Komunikasi Nyaris Lumpuh di NTB



Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Pesantren Khusus Disabilitas di Banyuwangi

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11