Diperiksa 7 Jam, Suami Sylviana Murni Bantah Danai Makar

Gde Sardjana berdalih, pengiriman uang itu hanya sebagai bentuk bantuan sebagai teman.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 30 Des 2016 21:20 WIB

Author

Gilang Ramadhan , Yudi Rachman

Diperiksa 7 Jam, Suami Sylviana Murni Bantah Danai Makar

Polda Metro Jaya menunjukkan foto proses penangkapan bekas perwira TNI Adityawarman Thaha, salah satu dari 12 tersangka upaya makar. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta - Gde Sardjana, diperiksa penyidik Polda Metro Jaya selama tujuh jam sebagai saksi kasus dugaan makar. Penyidik menemukan aliran dana dari Gde kepada salah satu tersangka dugaan makar bernama Zamran.

Gde Sardjana yang merupakan suami dari calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni ini, membenarkan mengirim uang kepada Zamran. Namun ia membantah aliran dana itu digunakan untuk mendanai upaya makar.

"Itu fitnah. Saya kenal Jamran, di KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) kan sama-sama jadi pengurus. Ketika isterinya mau operasi minta tolong ya saya bantu sekedarnya aja," kata Gde di Polda Metro Jaya, Jumat (30/12/16).

Gde Sardjana mengaku hanya mengirim uang sebesar Rp10 juta kepada Jamran. Namun ia tidak bisa menunjukkan bukti transfer tersebut.

Baca:

Dia pun berdalih, pengiriman uang itu hanya sebagai bentuk bantuan sebagai teman.

"Karena dia telpon kan isterinya dioperasi, sebagai perkawanan saja," ujarnya.

Selain itu, Gde juga mengaku tidak mengenal tersangka lain dalam kasus dugaan makar yang ditangkap pada 2 Desember 2016 lalu. Ia mengklaim tidak terlibat dalam kasus tersebut.

"Ya nggak lah, ngapain nggak ada urusan, nggak kenal saya," jelasnya.


Bantuan Hukum

Tim pemenangan Agus-Sylvi memberikan bantuan hukum kepada suami calon gubernur DKI Jakarta Silvia Murni yang diperiksa terkait dugaan aliran dana makar ke salah satu tersangka bernama Zamran.

Juru bicara tim pemenangan, Rico Rustombi mengatakan, tim hukum untuk mendampingi Gde pun telah dibentuk.

"Dalam menghadiri panggilan kepolisian untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Biarkan Pak Gde yang menjelaskan, Pak Gde pasti akan memenuhi semua undangan. Sehingga isu-isu ini segera diselesaikan," kata Rico saat dihubungi KBR,

"Kami kan tidak mengetahui persis. Biar Pak Gde yang menjelaskan, karena kami juga tidak tahu detail. Beliau yang bisa menceritakan persis data-datanya dengan bukti yang ada," tambahnya.

Juru Bicara Tim Pemenangan Agus-Sylvi, Rico Rustombi juga meminta Gde Sardjana memberikan klarifikasi secara rinci ke kepolisian agar perkara ini menjadi jelas. Dia juga meyakini, suami Silvia Murni itu tidak terlibat dalam kasus dugaan makar.

Rico juga meminta kepolisian untuk diminta objektif dalam mendalami kasus ini.

Baca:

Sementara itu, Pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens beranggapan pemeriksaan terhadap suami Sylvia Murni, Gde Sardjana ini mengonfirmasi kecurigaan publik terhadap dugaan adanya desain dari kelompok tertentu untuk menjatuhkan pemerintah. Kata dia, semua yang terjadi terkait pilkada didesain pada tahapan tertentu dengan sasaran menjatuhkan pemerintahan Jokowi.

"Menurut saya ini semua, skenario ini mengonfirmasi bahwa memang ada desain untuk menyerang proses Pilkada ini dengan isu SARA dengan simbol agama, jadi by design semua. Termasuk upaya makar. Jadi kelihatan ada tingkatan gerakan di sini, mulai dari serangan ke Ahok, sampai sasarannya ke Jokowi," kata Boni Hargens saat dihubungi KBR, Jumat (30/12/2016).

"Dan semua proses ini saya kira seperti yang kita duga di awal, jadi semua ini hanya proses konfirmasi saja," lanjut Boni.

Pengamat Politik Boni Hargens menambahkan, kepolisian memiliki banyak bukti terkait kasus dugaan makar ini, mulai dari aliran dana hingga mobilisasi massa dari berbagai daerah. Kata dia, cara-cara penjatuhan pemerintah dengan mendompleng isu SARA dan Pilkada sudah mulai terbuka ke publik. (ika)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kenali dan Obati Katarak Sejak Dini

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10