April, Pintu Tol Karang Tengah Akan Dibongkar

Ini rencana jangka pendek urai kemacetan di Karang Tengah

BERITA | NASIONAL

Senin, 12 Des 2016 20:30 WIB

Author

Dian Kurniati

April, Pintu Tol Karang Tengah Akan Dibongkar

Ilustrasi: kemacetan di pintu tol Jagorawi (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Kementerian Perhubungan berencana membongkar pintu tol Karang Tengah, jalur tol Jakarta-Tangerang untuk menghindari tumpukan lalu lintas kendaraan di wilayah itu. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sebagai gantinya, akan ada beberapa titik yang menjadi lokasi pemindahan pintu keluar tol.

"Sekarang ini memang diketahui bahwa posisi Karang Tengah ini terlalu dalam ke daerah kota, yang mengakibatkan campur lalu lintas dalam kota dan luar kota. Apa yang akan dilaksanakan BPJT ini adalah bagaimana mendistribusikan pintu keluar tidak tertuju di Karang Tengah, tetapi di beberapa outlet lainnya. April ini ditiadakan untuk dipindahkan di Cikupa, Karawaci, Alam Sutera. Jadi cuma satu titik," kata Budi di Pintu Tol Karang Tengah, Senin (12/12/16).

Budi mengatakan, pembongkaran pintu tol itu memerlukan waktu untuk konstruksi di titik pengganti. Namun, kata dia, waktu sampai April sudah cukup untuk Badan Pengatur Jalan Tol menyelesaikan pekerjaan itu.

Budi berujar, pada perayaan Natal dan tahun baru ini, diperkirakan lalu lintas kendaraan terpadat terjadi di pintu jalan tol Karang Tengah. Kata Budi, di pintu tol itu, kendaraannya diperkirakan mencapai 110 ribu, padahal hari normalnya hanya sekitar 70 ribu kendaraan.

Ujarnya lagi, pembongkaran pintu tol itu merupakan strategi menengah untuk mengurai kemacetan. Sebagai strategi jangka panjang, pemerintah, BPJT, dan PT Jasa Marga akan melengkapi semua jaring-jaring, ring, serta jaring radial jalan tol. Budi memperkirakan, pekerjaan itu baru kelar pada dua sampai tiga tahun lagi.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat