Golkar Kubu Agung Minta Pencalonan Ade Komarudin Ditunda

Hari ini Kementerian Hukum dan HAM secara resmi mencabut SK kepengurusan Partai Golkar kubu Agung Laksono hasil Munas Ancol.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 31 Des 2015 17:14 WIB

Author

Ninik Yuniati

Golkar Kubu Agung Minta Pencalonan Ade Komarudin Ditunda

Ketua Partai Golkar kubu Ancol Agung Laksono. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Partai Golkar hasil Munas Ancol meminta pencalonan Ade Komarudin menggantikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR, ditunda. Ketua Partai Golkar kubu Ancol Agung Laksono mengatakan, hal ini terkait dengan kekosongan kepemimpinan Partai Golkar pasca pencabutan SK Kepengurusan kubu Ancol dan berakhirnya periode kepengurusan Munas Riau tahun 2015. Kata dia, pencalonan hendaknya menunggu hasil musyawarah nasional yang diharapkan bakal digelar Januari tahun 2016.

"Terkait dengan pencalonan Ketua DPR RI dari Partai Golkar, bahwa sehubungan dengan peristiwa ini, kondisi seperti sekarang yang menjadikan tidak jelas posisi legal standingnya, maka agar pelaksanaannya, pengusulan dari Partai Golkar ditunda sementara sampai kami menyelesaikan munas Partai Golkar, baru kemudian legal standingnya jelas. Saya harapkan munasnya segera cepat diselenggarakan, ketua dewan pertimbangan Akbar Tanjung juga sudah mengusulkan hal yang sama," kata Agung Laksono di rumahnya di Polonia, Jakarta Timur, (31/12/2015).

Sebelumnya, hari ini Kementerian Hukum dan HAM secara resmi mencabut SK kepengurusan Partai Golkar kubu Agung Laksono hasil Munas Ancol. Agung menyatakan, pencabutan tersebut tidak berarti mengesahkan kubu rivalnya yakni kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Bali. Tampuk pimpinan partai dikembalikan kepada kepengurusan hasil Munas Riau periode 2009-2015. Namun selanjutnya, Partai Golkar bakal mengalami kekosongan kepemimpinan lantaran periode kepengurusan Munas Riau berakhir hari ini (31 Desember 2015). Karenanya, kubu Agung Laksono meminta Mahkamah Partai menggelar musyawarah nasional pada Januari mendatang.  

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18