Basaria Jadi Perempuan Pertama yang Pimpin KPK

Anggota polisi wanita bintang dua itu terpilih dengan 51 suara

BERITA | NASIONAL

Kamis, 17 Des 2015 20:02 WIB

Author

Rony Sitanggang

Basaria Jadi Perempuan Pertama yang Pimpin KPK

KBR, Jakarta -Basaria Panjaitan menjadi perempuan pertama yang menjadi pemimpin di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jenderal polisi berbintang dua itu memperoleh 51 suara, saat Komisi Hukum DPR melakukan pemungutan suara. Basaria berada di peringkat kedua perolehan suara terbanyak dari 10 nama yang di-voting.

Sebelumnya saat uji kepatutan dan kepantasan Basaria Panjaitan  mengungkapkan niatnya untuk meningkatkan koordinasi dan supervisi antar lembaga negara yang berwenang penegakkan tindakan pidana korupsi seperti kepolisian dan kejaaksaan. Dalam waktu yang diberikan padanya untuk memaparkan visinya, ia mengingatkan kembali tugas KPK yakni penyelidikan, penyidikan dan penuntutan yang mana tugas polisi dan jaksa juga menjadi tugas dan kewenangan KPK.  

Basaria Panjaitan  mengungkapkan niatnya untuk meningkatkan koordinasi dan supervisi antar lembaga negara yang berwenang penegakkan tindakan pidana korupsi seperti kepolisian dan kejaaksaan. Dalam waktu yang diberikan padanya untuk memaparkan visinya, ia mengingatkan kembali tugas KPK yakni penyelidikan, penyidikan dan penuntutan yang mana tugas polisi dan jaksa juga menjadi tugas dan kewenangan KPK.

Selain itu  jenderal kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara 58 tahun itu  juga tak lupa menyebut fungsi pencegahan. Menurut dia, selama ini dalam melaksanakan tugasnya, KPK lebih menekankan tindakan represif.

"Kita lihat periode 1, 2 dan 3 kondisi awal, 2 dan 3 terjadi perseteruan antara Polisi dan KPK. Tidak terjadi singkron antara KPK dan polisi dalam pekerjaannya. Karena KPK fokus pada tindakan represif. Saya katakan KPK lakukan supervisi polisi dan jaksa minim banget," kata Basaria (15/12/2015) 

Sebelumnya melalui pemungutan suara akhirnya Komisi Hukum DPR mendapat 5 nama sebagai pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka adalah Agus Rahardjo, Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Saut Situmorang dan Laode M. Syarif.

Agus  eks kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) meraih suara terbanyak dengan 53 suara. Di belakangnya Basaria, anggota kepolisian yang mendapat 51 suara. Sedangkan perolehan suara Alexander Marwata (Eks hakim tipikor) 46, Saut Situmorang (Staf ahli Badan Intelejen Negara) 37 dan Laode M. Syarif (dosen Universitas Hasanuddin) 37 suara.


Tampilnya kelima nama itu menggusur calon yang berasal dari KPK. Yakni Busjro Muqoddas, Johan Budi dan Sujanarko.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?

Kabar Baru Jam 14